FITNESS & HEALTH
Wajib Tahu, Ini Jenis Masker Paling Valid Saat Ada Abu Vulkanik
Yatin Suleha
Senin 07 September 2026 / 14:34
- Letusan gunung berapi sering kali meninggalkan sisa berupa abu vulkanik yang melayang di udara.
- Abu ini enggak cuma mengganggu pernapasan, tapi juga bisa memicu iritasi pada mata dan tenggorokan.
- Ini karena partikelnya yang sangat kecil dan tajam. Makanya, penting banget buat pakai pelindung pernapasan.
Jakarta: Letusan gunung berapi sering kali meninggalkan sisa berupa abu vulkanik yang melayang di udara. Abu ini enggak cuma mengganggu pernapasan, tapi juga bisa memicu iritasi pada mata dan tenggorokan.
Ini karena partikelnya yang sangat kecil dan tajam. Makanya, penting banget buat pakai pelindung pernapasan yang tepat saat beraktivitas di luar ruangan.
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi jenis masker yang efektif dan aman digunakan untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik:
.jpg)
(Masker N95. Foto: Dok. Pexels.com)
Ini adalah jenis masker terbaik dan paling direkomendasikan. Masker n95 dirancang khusus untuk menyaring setidaknya 95% partikel kecil di udara, termasuk partikel halus dari abu vulkanik yang berbahaya bagi paru-paru.

(Masker KN95. Foto: Dok. Pexels.com)
Kalau masker N95 susah dicari, kamu bisa pakai alternatif seperti KN95 atau standar internasional FFP2. Tingkat efektivitas penyaringannya hampir setara dengan N95 dan cukup rapat untuk menahan debu vulkanik.

(Disposable surgical mask. Foto: Dok. Pexels.com)
Masker bedah biasa sebenarnya gak terlalu disarankan karena longgar dan celahnya bisa dilewati partikel halus abu.
Tapi, kalau cuma ini yang ada, kamu bisa memakainya sebagai perlindungan darurat sementara dengan memastikan posisinya menutupi hidung dan mulut dengan rapat.

(Maker kain. Foto: Dok. Istimewa)
Masker kain standar tidak disarankan sama sekali. Bahan kain pada umumnya memiliki pori-pori yang terlalu besar, sehingga partikel abu vulkanik yang mikroskopis tetap bisa terhirup dengan mudah.
Pastikan masker pas dan menutupi area hidung hingga dagu dengan rapat agar abu gak masuk dari celah samping.
Segera ganti masker kalau sudah terasa kotor, basah, atau membuat napas jadi lebih berat dari biasanya.
(TIN)
Ini karena partikelnya yang sangat kecil dan tajam. Makanya, penting banget buat pakai pelindung pernapasan yang tepat saat beraktivitas di luar ruangan.
Berikut ini adalah beberapa rekomendasi jenis masker yang efektif dan aman digunakan untuk melindungi diri dari paparan abu vulkanik:
1. Masker N95
.jpg)
(Masker N95. Foto: Dok. Pexels.com)
Ini adalah jenis masker terbaik dan paling direkomendasikan. Masker n95 dirancang khusus untuk menyaring setidaknya 95% partikel kecil di udara, termasuk partikel halus dari abu vulkanik yang berbahaya bagi paru-paru.
2. Masker KN95 atau FFP2

(Masker KN95. Foto: Dok. Pexels.com)
Kalau masker N95 susah dicari, kamu bisa pakai alternatif seperti KN95 atau standar internasional FFP2. Tingkat efektivitas penyaringannya hampir setara dengan N95 dan cukup rapat untuk menahan debu vulkanik.
3. Masker bedah (disposable surgical mask)

(Disposable surgical mask. Foto: Dok. Pexels.com)
Masker bedah biasa sebenarnya gak terlalu disarankan karena longgar dan celahnya bisa dilewati partikel halus abu.
Tapi, kalau cuma ini yang ada, kamu bisa memakainya sebagai perlindungan darurat sementara dengan memastikan posisinya menutupi hidung dan mulut dengan rapat.
4. Masker kain

(Maker kain. Foto: Dok. Istimewa)
Masker kain standar tidak disarankan sama sekali. Bahan kain pada umumnya memiliki pori-pori yang terlalu besar, sehingga partikel abu vulkanik yang mikroskopis tetap bisa terhirup dengan mudah.
Tips tambahan saat memakai masker:
Pastikan masker pas dan menutupi area hidung hingga dagu dengan rapat agar abu gak masuk dari celah samping.
Segera ganti masker kalau sudah terasa kotor, basah, atau membuat napas jadi lebih berat dari biasanya.
(TIN)