ARSITEKTUR

Desain Lubang Angin untuk Teras Rumah, Bikin Lebih Sejuk

Rizkie Fauzian
Rabu 19 Agustus 2026 / 18:05
Ringkasnya gini..
  • Lubang angin dapat membantu menjaga sirkulasi udara di rumah. Selain fungsional, model dan polanya juga dapat mempercantik tampilan teras.
  • Ada berbagai model lubang angin yang bisa diterapkan di teras. Mulai dari pola geometris, kayu geser, roster bunga, hingga bukaan lingkaran.
  • Pemilihan lubang angin perlu disesuaikan dengan kebutuhan rumah. Ukuran, material, pola, dan lokasi pemasangan dapat menentukan fungsi sekaligus tampilan bukaan.
Jakarta: Lubang angin menjadi salah satu bagian rumah yang membantu mendukung sirkulasi udara sekaligus melengkapi tampilan hunian. Modelnya tersedia dalam berbagai bentuk dan pola sehingga dapat disesuaikan dengan konsep bangunan.

Lubang angin atau yang kerap disebut roster merupakan bukaan pada rumah yang berfungsi sebagai jalur sirkulasi udara. Material ini memungkinkan udara tetap bergerak sehingga ruangan tidak mudah terasa pengap dan lembap.

Lubang angin dapat ditempatkan pada dinding, di atas pintu, maupun teras rumah sesuai kebutuhan ruang. Penggunaannya juga dapat disesuaikan dengan luas lantai ruangan.

Secara umum, luas bukaan ventilasi minimal yang direkomendasikan adalah 5 persen dari luas lantai. Sementara itu, bukaan sekitar 10 hingga 20 persen dapat digunakan untuk ruangan yang lebih besar.

Lubang angin juga kerap diaplikasikan pada teras rumah untuk membantu sirkulasi udara sekaligus mempercantik bagian fasad. Berikut sejumlah inspirasi model lubang angin yang dapat menjadi referensi.

Inspirasi model lubang angin teras rumah

1. Lubang angin model geometris


Inspirasi model lubang angin teras rumah. Foto: AI

Model lubang angin geometris menggunakan pola berupa lingkaran, kotak, atau segitiga yang disusun secara rapi. Material yang digunakan dapat berupa beton, bata, maupun kayu sehingga bisa disesuaikan dengan area pemasangannya.

Pada teras, model ini dapat diaplikasikan pada dinding pembatas untuk mengurangi paparan sinar matahari secara langsung sekaligus tetap memberikan jalur sirkulasi udara pada fasad.

2. Lubang angin model kayu geser


Inspirasi model lubang angin teras rumah. Foto: AI

Lubang angin berbahan kayu dapat dibuat dalam bentuk panel yang tidak menyatu secara permanen dengan dinding. Model ini dapat ditempatkan pada dinding teras atau area yang menjadi pembatas antara teras dan bagian dalam rumah.

Panel kayu dapat digeser untuk menyesuaikan kebutuhan bukaan tanpa membutuhkan ruang tambahan yang besar. Penggunaan material kayu juga memberikan tampilan natural sehingga teras terasa lebih hangat dan nyaman.
   

3. Lubang angin model roster bunga

'
Inspirasi model lubang angin teras rumah. Foto: AI

Model ini menggunakan roster berbentuk bunga yang disusun berulang sebagai pola utama. Lubang angin dapat ditempatkan pada dinding bagian depan teras sebagai pembatas antara area luar dan bagian dalam rumah.

Penggunaan roster berwarna beige yang dipadukan dengan dinding putih dan aksen kayu dapat memberikan kesan natural. Area tersebut juga dapat dilengkapi bangku panjang atau sofa agar teras terasa lebih nyaman.

4. Lubang angin dari batu block


Inspirasi model lubang angin teras rumah. Foto: AI

Model ini menggunakan material bata atau batu block yang disusun secara zigzag untuk membentuk celah pada dinding. Pola tersebut dapat memberikan tampilan yang lebih unik sekaligus membantu sirkulasi udara.

Material berwarna abu-abu dapat digunakan untuk menghadirkan kesan industrial pada area teras. Model ini juga dapat dipadukan dengan elemen beton ekspos atau material bertekstur lainnya.

5. Lubang angin bentuk bulat besar


Inspirasi model lubang angin teras rumah. Foto: AI

Inspirasi terakhir menggunakan bukaan berbentuk lingkaran berukuran besar yang dapat ditempatkan pada dinding teras, terutama di bagian atas pintu atau di bawah atap.

Untuk menjaga keamanan dan mencegah serangga masuk ke dalam rumah, bagian tengah bukaan dapat ditambahkan teralis atau kawat kasa. Dengan begitu, sirkulasi udara tetap berjalan tanpa membuat hunian mudah dimasuki serangga.

Pengaplikasian lubang angin dapat disesuaikan dengan konsep dan desain bangunan, termasuk ukuran, material, pola, serta penempatannya. Selain mempercantik teras, pemilihan bukaan yang tepat dapat membantu menciptakan sirkulasi udara yang lebih baik. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH