ARSITEKTUR

6 Bangunan Sejarah dengan Sentuhan Arsitektur Modern

Intan Yunelia
Kamis 18 Juni 2020 / 14:52
Jakarta: Tak semua arsitektur bersejarah bisa dibaurkan dengan gaya modern. Namun ada kalanya para arsitek melanggar norma tersebut untuk menciptakan bangunan yang spektakuler.

Meskipun arsitektur bersejarah memiliki pesona tersendiri, namun bangunan bergaya modern juga memiliki kemampuan untuk menginspirasi. Ketika dunia lama dan baru ini bersatu dalam satu karya, hasilnya bisa sangat mengagumkan.

Berikut ini karya arsitektur bersejarah yang membaur dengan aristektur modern dilansir dari architecturaldigest.

1.Kunstmuseum Moritzburg di Halle, Jerman


Foto: kunstmuseum-moritzburg.de

Terletak di Jerman tengah, Kunstmuseum Moritzburg awalnya sebuah puri yang dibangun pada akhir abad ke-15. Dirancang dengan gaya arsitektur Renaissance, puri tersebut akhirnya diubah menjadi sebuah kastil pada akhir abad ke-19.

Lebih dari seabad kemudian, bangunan tersebut diubah menjadi sebuah museum. Namun dengan menambahkan bangunan modern yang dirancang oleh Fuensanta Nieto dan Enrique Sobejano (Nieto Sobejano Arquitectos).

Kedua arsitek tersebut menambahkan bangunan baru yang ramping. Hal tersebut karena beberapa bagian pada bangunan sudah hancur dimakan usia dan akibat perang dunia kedua.

2.  Space Asia Hub di Singapura


Foto: Patrick Bingham-Hall

Dirancang oleh perusahaan WOHA yang berbasis di Singapura, Space Asia Hub merupakan pusat ritel dan galeri kelas yang dibangun di rumah bekas. Bangunan tersebut tentu terlihat kontras dengan penambahkan kaca yang sangat modern.

3.  Gereja Sant Fransesc di Santpedor, Spanyol


Foto: Jordi Surroca

Dibangun pada awal abad ke-18, Gereja Sant Fransesc akhirnya ditinggalkan pada abad ke-19. Setelah ditinggalkan cukup lama, bangunan gereja sangat terlantar hingga arsitek David Closes mendesain ulang dan menambahkan di antara elemen-elemen lain yang lebih modern seperti pintu masuk yang menarik.

4.  Jewish Museum Berlin di Berlin


Foto: Denis Esakov

Dibuka pada September 2001, perluasan museum yang indah dilakukan oleh arsitek Daniel Libeskind. Secara total, museum terdiri dari tiga bangunan, yang menjadikannya museum terbesar yang didedikasikan untuk Judaica di Eropa. Sementara struktur asli dibangun pada 1933 oleh Libeskind.

5.  York Theatre Royal  di London, Inggris


Foto: Maurice Savage/Alamy

Direnovasi pada 2016 oleh perusahaan De Matos Ryan yang berbasis di London, York Theatre Royal memiliki tambahan baru yang modern pada fasadnya. Bangunan aslinya berdiri sejak pertengahan abad ke-18. Dahulu juga digunakan sebagai gedung teater.

Kini bangunan teater telah mengalami serangkaian penambahan yang lebih modern. Hal ini membuktikan pertemuan antara yang modern dan yang lama bisa menjadi indah jika dilakukan dengan benar.

6.  The Union of Romanian  di Bucharest, Rumania


Foto: Shuttestock

Terletak di jantung ibu kota Rumania, bangunan Union of Romanian Architects awalnya dibangun pada akhir abad ke-19 dengan gaya arsitektur Renaissance Prancis.

Kemudian bangunan tersebut direnovasi, namun arsitek diminta untuk membangun di atas struktur asli, karena itu adalah landmark bersejarah. Hasilnya menunjukkan seberapa banyak arsitektur telah berubah selama berabad-abad, baik dalam gaya maupun bahan yang disukai.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH