Dalam tradisi Islam, warna bukan sekadar elemen dekoratif, melainkan sarat makna teologis dan historis. Dari biru yang mendominasi masjid-masjid Turki hingga hijau yang identik dengan simbol surga, berikut warna-warna ikonik dalam arsitektur Islam.
Warna ikonik dalam arsitektur Islam

Salah satu masjid di Turki. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
1. Biru: simbol spiritualitas dan kedalaman
Warna biru kerap menghiasi interior masjid klasik, terutama di kawasan Turki dan Asia Tengah. Salah satu contoh paling terkenal adalah Blue Mosque yang dikenal dengan ribuan ubin Iznik bernuansa biru.Biru melambangkan langit dan ketakterbatasan Tuhan, menciptakan suasana tenang yang mendukung kekhusyukan beribadah.
2. Hijau: Warna surga dan kehidupan
Hijau memiliki kedudukan istimewa dalam tradisi Islam. Warna ini sering dikaitkan dengan surga dan keberkahan. Kubah hijau di Masjid Nabawi menjadi simbol paling ikonik dari penggunaan warna tersebut.Selain pada kubah, hijau juga banyak digunakan dalam ornamen interior dan karpet masjid untuk menghadirkan ketenangan.
3. Emas: cahaya dan kemuliaan
Emas melambangkan kemegahan dan cahaya ilahi. Warna ini lazim ditemukan pada kaligrafi, mihrab, dan detail kubah.Keindahan perpaduan emas dan putih tampak jelas di Sheikh Zayed Grand Mosque yang menghadirkan kesan megah namun tetap elegan.
4. Putih: kesucian dan kesederhanaan
Putih melambangkan kebersihan dan kemurnian. Banyak masjid modern menggunakan marmer putih untuk memperkuat kesan lapang dan bersih, sekaligus memantulkan cahaya alami agar ruang terasa terang.5. Warna tanah: harmoni dengan alam
Di wilayah Afrika Utara dan Timur Tengah, warna cokelat, krem, hingga terakota banyak digunakan pada fasad masjid. Warna ini menyatu dengan lingkungan sekitar dan mencerminkan kesederhanaan serta keseimbangan.Identitas budaya dalam warna

Salah satu masjid di Turki. Foto: Turkiye Tourism Promotion and Development Agency
Dominasi biru dalam arsitektur Ottoman bermula pada abad ke-15 hingga ke-17, saat produksi keramik Iznik mencapai puncaknya. Kota Iznik menjadi pusat pembuatan ubin dengan pigmen biru kobalt berkualitas tinggi yang terinspirasi dari porselen Tiongkok era Dinasti Ming.
Biru dipilih bukan hanya karena keindahannya, tetapi juga karena maknanya yang dalam: melambangkan langit, keabadian, dan kebesaran Tuhan. Dalam ruang ibadah, warna ini menciptakan atmosfer sejuk dan kontemplatif, mendukung kekhusyukan.
Selain biru tua, Turki juga identik dengan warna tosca atau turquoise warna biru kehijauan yang cerah. Dalam bahasa Turki, warna ini disebut “turkuaz,” yang justru menjadi asal kata “turquoise” dalam bahasa Eropa karena batu tersebut banyak diperdagangkan melalui Anatolia.
Pada era Kesultanan Ottoman, turquoise menjadi ciri khas ubin Iznik abad ke-16. Kombinasi biru kobalt, turquoise, dan putih menciptakan komposisi visual yang dinamis sekaligus harmonis.
Contoh penggunaan turquoise yang memukau dapat ditemukan di Masjid Selimiye, karya arsitek legendaris Ottoman, Mimar Sinan. Warna ini menghadirkan kesan segar dan hidup, sekaligus merepresentasikan air simbol kehidupan dan kesucian dalam Islam.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News