Gaya ini berkembang seiring penyebaran Islam sejak abad ke-7 dan beradaptasi dengan budaya lokal di berbagai wilayah, mulai dari Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Asia Selatan dan Asia Tenggara. Berikut ciri khas arsitektur Islam yang paling menonjol.
Ciri khas arsitektur Islam

Blue Mosque di Istanbul. Foto: Medcom.id/Rizkie Fauzian
1. Kubah (Dome)
Kubah menjadi elemen paling identik dalam arsitektur Islam, terutama pada masjid. Selain berfungsi sebagai penanda ruang utama, kubah juga melambangkan kebesaran Allah dan keluasan langit. Contoh bangunan dengan kubah ikonik antara lain Masjid Nabawi dan Taj Mahal.2. Menara (Minaret)
Menara biasanya berdiri tinggi di sisi masjid dan digunakan sebagai tempat mengumandangkan azan. Secara simbolis, menara melambangkan seruan menuju kebaikan dan ketinggian spiritual. Salah satu contoh terkenal adalah menara di Masjid Agung Damaskus.3. Kaligrafi Arab
Berbeda dengan arsitektur Barat yang banyak menggunakan patung manusia, arsitektur Islam menghindari representasi makhluk hidup secara berlebihan. Sebagai gantinya, digunakan kaligrafi ayat-ayat Al-Qur’an sebagai ornamen dekoratif.Kaligrafi ini tidak hanya memperindah bangunan, tetapi juga menjadi pengingat nilai-nilai spiritual.
4. Pola Geometris dan Arabesque
Pola geometris rumit dan berulang merupakan ciri khas lainnya. Motif ini melambangkan ketidakterbatasan dan kesempurnaan ciptaan Tuhan. Contoh penerapan detail geometris yang indah dapat ditemukan di Alhambra.5. Mihrab dan lengkungan (Arch)
Mihrab adalah ceruk di dinding masjid yang menunjukkan arah kiblat. Biasanya dihias dengan ornamen indah dan menjadi fokus utama ruang salat.Lengkungan berbentuk tapal kuda atau lancip juga menjadi elemen struktural sekaligus estetis yang banyak ditemukan dalam bangunan Islam klasik.
6. Halaman tengah (Courtyard)
Banyak bangunan Islam tradisional memiliki halaman tengah terbuka yang berfungsi sebagai ruang sirkulasi udara dan cahaya alami. Elemen ini mencerminkan keseimbangan antara ruang dalam dan luar.7. Penggunaan cahaya dan air
Cahaya alami dimanfaatkan secara maksimal melalui jendela berornamen atau kisi-kisi (mashrabiya). Air juga sering dihadirkan dalam bentuk kolam atau air mancur sebagai simbol kesucian dan kehidupan.Filosofi dalam arsitektur Islam

Masjid di Istanbul. Foto: TGA
Arsitektur Islam bukan hanya soal estetika, tetapi juga mencerminkan nilai tauhid (keesaan Tuhan), kesederhanaan, keseimbangan, dan harmoni.
Penggunaan pola berulang menggambarkan keteraturan alam semesta, sementara kaligrafi menghadirkan pesan spiritual yang menyatu dengan struktur bangunan.
Arsitektur Islam membuktikan bahwa bangunan tidak hanya berfungsi sebagai tempat beraktivitas, tetapi juga sebagai media refleksi spiritual dan karya seni yang penuh makna.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News