FKUB Sidoarjo saat deklarasi mengecam aksi unjuk rasa anarkis di Mapolresta Sidoarjo, Jumat, 16 Oktober 2020. Hadi/Medcoom.id
FKUB Sidoarjo saat deklarasi mengecam aksi unjuk rasa anarkis di Mapolresta Sidoarjo, Jumat, 16 Oktober 2020. Hadi/Medcoom.id

Cegah Covid-19, Kampanye Cabup Sidoarjo Disarankan Virtual

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020 Pilkada Sidoarjo
Syaikhul Hadi • 16 Oktober 2020 14:17
Sidoarjo: Kapolresta Sidoarjo, Kombes Pol Sumardji menyarankan pasangan calon bupati Sidoarjo tetap berkampanye secara virtual. Ia tak menginginkan penyebaran baru covid-19 karena kasus di Sidoarjo sudah mulai menurun.
 
"Ini (kampanye) sudah berjalan dan alhamdulillah berjalan dengan baik. Walaupun ada sedikit yang melanggar, kewajiban kami mengajak paslon untuk sama-sama mentaati protokol kesehatan. Jika tidak dijalankan dengan baik maka sebaran covid-19 akan menyebar lagi," kata Sumardji saat diskusi Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) di Sidoarjo, Jumat, 16 Oktober 2020.
 
Sumardji menegaskan Pilkada 2020 bisa terlaksana dengan baik, namun dengan catatan tetap mengedepankan protokol kesehatan. Sehingga tidak menyisakan persoalan baru dimasa yang akan datang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Saya sampaikan kenapa kita waspada sekali berkaitan dengan kampanye. Kami tidak ingin ada klaster baru. Satu contoh jangan banyak-banyak, jika disuatu tempat ada satu saja yang positif, maka bisa menyebar ke mana-mana. Makanya bantu kami untuk mempercepat proses kembali normal," harapnya.
 
Sejatinya, dalam Peraturan KPU Nomor 13 Tahun 2020 sudah jelas, tentang larangan sebuah kegiatan yang bisa mendatangkan orang banyak. Karena hal itu berdampak pada penyebaran kasus covid-19.
 
"Kemarin ada yang viral, itu tidak boleh ada kegiatan yang mengundang banyak orang. Sebenarnya dalam pilkada ini semuanya tidak boleh, tapi kalau untuk rapat internal saja boleh. Sedangkan kampanye dengan massa yang besar tidak boleh. Virtual boleh. Makanya saya sarankan untuk kampanye virtual saja," tegasnya.
 
Hal yang terpenting selain menekan penyebaran kasus covid-19, warga juga bisa menjaga keamanan, dan kenyamanan warga yang lain. Sehingga pilkada bisa terlaksana dengan baik.
 
Sementara, Sekretaris Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sidoarjo, Idham Kholiq menyatakan momentum Pilkada merupakan proses Demokrasi di Indonesia. Namun karena pelaksanaanya berbarengan dengan pandemi covid-19, maka harus memperhatikan protokol kesehatan.
 
"Protokol kesehatan harus diperhatikan betul. Jangan sampai adanya pilkada justru menambah klaster baru dalam penyebaran covid-19. Protokol kesehatan memang harus dijaga betul," ungkap Idham.
 
Disamping itu, para pemangku kepentingan juga diharapkan menjaga situasi keamanan dan ketertiban di masyarakat. Salah satunya menghindari kampanye hitam, maupun yang berbau suku, ras, dan agama.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif