Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Medcom.id/Theofilus Ifan
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Medcom.id/Theofilus Ifan

Protokol Kesehatan Syarat Wajib Pilkada 9 Desember

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Cahya Mulyana • 28 Mei 2020 09:26
Jakarta: Menteri Dalam Negeri, Tito Karnavian, bersama Komisi II DPR RI dan penyelenggara pemilu menyepakati Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 berlangsung 9 Desember. Penerapan protokol kesehatan menjadi syarat wajib pesta demokrasi serentak di 270 daerah itu.
 
“Protokol kesehatan dan koordinasi dengan Gugus Tugas tetap harus dijalankan, sehingga pada saat dimulainya kembali tahapan pada 15 Juni 2020 nanti, semuanya berjalan sesuai dengan prosedur protokol kesehatan,” kata Tito melalui keterangan resmi di Jakarta, Kamis, 28 Mei 2020.
 
Menurut Tito, kesepakatan ini diambil atas pertimbangan dampak kesehatan penyelenggaraan pilkada di tengah pandemi korona (covid-19). Penerapan protokol kesehatan secara ketat untuk menjamin penyelenggaraan tak mengganggu keselamatan dan kesehatan pemilik hak pilih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Dan juga atas saran dan dukungan dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19,” kata Tito.
 
Baca:Pilkada Serentak Diputuskan Digelar 9 Desember 2020
 
Mantan Kapolri itu menyepakati penyelenggaraan pilkada bersama DPR dan penyelenggara pemilu pada Rabu, 27 Mei 2020. Kesepakatan sesuai Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang (Perppu) Nomor 2 Tahun 2020 tentang Perubahan Ketiga Atas Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang-Undang.
 
Komisi II DPR RI juga menyetujui usulan perubahan Rancangan Peraturan KPU RI Tentang Perubahan Ketiga atas Peraturan Komisi Pemilihan Umum Nomor 15 Tahun 2019 tentang Tahapan, Program dan Jadwal Penyelenggaraan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, dan/atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tahun 2020 dengan tahapan lanjutan pada 15 Juni 2020. Dimulainya tahapan harus dilakukan sesuai dengan Protokol Kesehatan, berkoordinasi dengan Gugus Tugas Covid-19, serta tetap berpedoman pada prinsip-prinsip demokrasi.
 
Ketiga, Komisi II DPR RI meminta kepada Komisi Pemiluhan Umum (KPU), Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) mengajukan usulan tambahan anggaran. Sehingga kebutuhan dana lebih rinci untuk dibahas pemerintah dan DPR.
 

(ADN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif