Arsul Sani Sebut Suara Gus Ipul-Puti Tergerus <i>Buzzer</i>
Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan, Arsul Sani - Medcom.id/Whisnu Mardiansyah.
Jakarta: Kekalahan pasangan calon Gubernur-Wakil Gubernur Jawa Timur Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno mengejutkan banyak pihak. Pasalnya, pasangan ini diusung dua partai berbasis kuat, PKB dan PDI Perjuangan.

Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai, tergerusnya suara Gus Ipul-Puti karena keberadaan satu partai di koalisinya. Partai ini, kata dia, memainkan peran di media sosial menyudutkan Yahya Cholil Staquf saat berkunjung ke Yerusalem.


"Nyerang KH Yahya habis-habisan dan partai itu ada di tempatnya Gus Ipul itu, arus balik orang NU," kata Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis, 28 Juni 2018.

Yahya merupakan Katib Aam PBNU. Di Jawa Timur sendiri, PBNU sangat kuat. Imbasnya, kata dia, pemilih dari kalangan Nahdhiyin enggan memilih pasangan Gus Ipul-Puti karena keberadaan partai itu. Padahal, dalam beberapa rilis survei sebelum pilkada, elektabilitas Gus Ipul dan Khofifah saling salip.

Baca juga: PBNU Sebut Gus Yahya Tawarkan Solusi Konflik Palestina-Israel

"Saya kan orang NU, jadi saya berkomunikasi ketika ada peristiwa Yahya dan kemudian ada buzzermedsos yang terasosiasi dengan partai. Saya nggak usah sebut lah pasti sudah tahu itu," tukas dia. 

Dalam hasil hitung cepat yang dilakukan SMRC, pasangan Khofifah-Emil mendapat 52,38 persen suara sementara pasangan Gus Ipul-Puti mendapat 47,72 persen. 

Sebelumnya, Katib Aam PBNU Yahya Cholil Staquf datang ke Israel untuk menghadiri seminar yang digelar oleh komunitas Yahudi. Yahya hadir menjadi pembicara dalam diskusi yang moderatornya Direktur Forum Global American Jewish Committee  (AJC) Rabi David Rosen. Acara itu dihadiri 2.400 orang.

Kunjungan Gus Yahya ke Yerusalem menuai kecaman dari kalangan pembela Palestina. Meski tidak mewakili sebagai anggota Wantimpres juga pengurus NU, lawatan Yahya itu disayangkan banyak pihak.



(REN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id