<i>Kapal di Wilayah Danau Toba Harus Diaudit Ulang</i>
Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Syaiful Hidayat. Antara/Reno Esnir
Medan:Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di perairan Danau Toba, mendapat sorotan Calon Gubernur Sumatera Utara Djarot Saiful Hidayat. Danau Toba sebagai satu dari 10 destinasi wisata prioritas dinilainya tidak memiliki moda transportasi aman dan nyaman bagi warga.

Mantan Gubernur DKI Jakarta ini berjanji akan mengaudit ulang kapal-kapal dengan bobot 30 gross tonnage (GT) ke atas jika terpilih memimpin Sumut. Selain itu, kapal-kapal yang mengangkut wisatawan ini harus disertifikasi serta memiliki mesin dan peralatan yang memadai.


"Kita minta masyarakat untuk tidak sembarangan naik kapal. Kalau tidak ada sertifikasi dari pemerintah itu harus dipertanyakan. Makanya kita turun supaya armadanya diperbaiki," kata Djarot, Rabu, 20 Juni 2018.

Baca: Kapal Tenggelam di Danau Toba tak Punya Manifes

Menurut Djarot, program Presiden Jokowi adalah membangun lingkar luar dan lingkar dalam Danau Toba. Masyarakat yang ingin menikmati wisata tidak harus menyeberangi Danau Toba.

"Kecuali kalau memang khusus dia berlayar di Danau Toba, karena banyak objek wisata di situ. Makanya untuk pembangunan Danau Toba, pembangunan jalan lingkar luar dan dalam harus dikerjakan dengan baik," terangnya.

Danau Toba tidak bisa dibangun sepotong-sepotong, tetapi harus menyeluruh. Badan Otorita Danau Toba di bawah pengelolaan Pemerintah Provinsi harus bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten untuk memastikan angkutan yang aman dan nyaman bagi warga.

"Jadi harus duduk bersama. Yang jelas kita harus bertanggungjawab untuk menyiapkan angkutan yang aman dan nyaman. Ini yang penting," pungkas Djarot.

Baca: Robot Selam SAR Dikirim ke Danau Toba



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id