Penyelam asing ikut dalam proses pencarian korban KM Putri Sakinah yang tenggelam. (MI/Marianus Marcelus)
Penyelam asing ikut dalam proses pencarian korban KM Putri Sakinah yang tenggelam. (MI/Marianus Marcelus)

123 Personel SAR hingga Penyelam Cari Korban KM Putri Sakinah, Termasuk Pelatih Valencia

Adri Prima • 29 Desember 2025 23:07
Jakarta: Upaya pencarian terhadap korban kapal KM Putri Sakinah yang tenggelam di perairan dekat Pulau Komodo terus diperkuat. Sebanyak 123 personel SAR gabungan diterjunkan untuk korban tenggelam yang masih dinyatakan hilang termasuk pelatih Timnas B Sepak Bola Wanita Valencia CF, Martin Carreras Fernando, bersama dua anaknya.
 
Ratusan personel tersebut berasal dari 15 unsur SAR, meliputi Basarnas, TNI Angkatan Laut, Polairud, KSOP Labuan Bajo, instansi pemerintah terkait, hingga komunitas penyelam profesional. Operasi pencarian telah memasuki hari keempat sejak insiden terjadi.
 
Kepala Kantor SAR Maumere, Fathur Rahman, selaku SAR Mission Coordinator (SMC), mengatakan bahwa pencarian menghadapi tantangan berat akibat kondisi cuaca yang tidak bersahabat.

‎"Arus bawah laut cukup kuat, disertai hujan lebat dan gelombang tinggi. Kondisi ini membatasi jarak pandang penyelam dan mempersempit waktu kerja efektif di laut," ujar Fathur di Labuan Bajo, Senin, 29 Desember 2025. 
 
Baca juga:
Pelatih Valencia B dan Tiga Anaknya Hilang di Perairan Dekat Pulau Komodo

 
‎Dalam operasi ini, sebanyak 11 unit alat utama turut dikerahkan, di antaranya kapal SAR, kapal patroli cepat, rigid inflatable boat (RIB), dan sea rider. Skala pengerahan tersebut menjadikan pencarian KM Putri Sakinah sebagai salah satu operasi SAR laut terbesar di perairan Labuan Bajo dalam beberapa tahun terakhir.
 

Libatkan penyelam profesional


Tak hanya itu, proses pencarian juga melibatkan penyelam profesional warga negara asing (WNA) yang tergabung dalam komunitas Dive Operators Collaboration Komodo (DOCK) yang berbasis di Labuan Bajo. ‎Selain DOCK, operasi pencarian bawah laut juga melibatkan Penyelam Profesional Komodo (P3Kom) serta Gabungan Usaha Wisata Bahari dan Tirta Indonesia (Gahawisri).
 
‎Untuk memaksimalkan pencarian, Polda Nusa Tenggara Timur (NTT) turut menambah peralatan canggih berupa drone bawah laut dan sistem sonar yang mampu mendeteksi logam hingga radius 200 meter.
 
Seperti diberitakan sebelumnya, kapal pinisi KM Putri Sakinah yang ditumpangi Martin bersama istri dan empat anaknya tenggelam akibat diterjang gelombang di Selat Pulau Padar pada Jumat (26/12) malam.
 
‎Dalam insiden tersebut, tujuh orang berhasil diselamatkan, termasuk istri Martin, Mar Martinez Ortuno, serta satu anak perempuannya, Ortuno Andrea. ‎ ‎Sementara korban yang masih dinyatakan hilang hingga kini yakni Martin Carreras Fernando, serta dua anaknya Martin Garcia Mateo dan Martinez Ortuno Enriquejavier. ‎Satu anak yang sebelumnya dilaporkan hilang telah ditemukan meninggal dunia pada Senin (29/12) pagi, tidak jauh dari lokasi tenggelamnya kapal.
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan