Malapraktik Pelayanan Publik Diatasi Lewat Pembenahan SOP
Calon Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur Benny A Litelnoni. MI/Palce Amalo
Jakarta:Malapraktik birokrasi kerap terjadi di Nusa Tenggara Timur. Pungutan liar, korupsi, penyalahgunaan wewenang pelayan publik masih mengancam masyarakat.

Calon Wakil Gubernur Benny A Litelnoni menegaskan prosedur operasi standar (SOP) menjadi jalan untuk menekan masalah birokrasi.


"Seluruh unit kerja harus punya SOP yang jelas. Terjadi malapraktik karena ada overlapingtugas dan tidak siap siaganya aparatur, ketidaklengkapan infrastruktur," kata Benny A Litelnoni di Debat Publik ke-2 yang mengangkat tema 'Penataan Birokrasi dan Pemberantasan Korupsi', Selasa, 8 Mei 2018.

Baca: Pemberantasan Korupsi tak Boleh Pandang Bulu

Calon Gubernur NTT Benny K Harman juga mengamini pendapat pasangannya itu. Malapraktik bisa dicegah lewat SOP di setiap Orgainsasi Perangkat Daerah (OPD).

"Pengawasannya juga harus menjamin seluruh SOP berjalan," kata Benny K Harman.

Untuk menjamin hal ini harus ada sanksi yang tegas. Karena itu, paslon 'Harmoni' yang bernomor urut 3 akan membuat tim percepatan pemberantasan korupsi, sistem birokrasi online, dan sistem pengawasan masyarakat yang kuat.

Baca: Perempuan Berkompetensi Berhak Isi Jabatan Publik

Masih ada debat terakhir pada 23 Juni nanti dengan tema pendidikan dan kesehatan untuk Pilgub NTT. Debat perdana sudah dilaksanakan pada 5 April lalu dengan tema ekonomi dan infrastruktur.

Sebanyak 3.177.562 tercatat sebagai pemilih untuk Pilgub NTT 2018. Dari jumlah ini, pemilih paling banyak adalah perempuan dengan 1.620.360 pemilih. Masyarakat NTT akan menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni, serentak dengan daerah lain yang melaksanakan pemilu.

Pilgub NTT diikuti empat pasang calon, yakni
1. Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) yang diusung Gerindra dan PAN;
2. Marianus Sae-Emelia Nomleni (MS-Emi) yang diusung PDI Perjuangan dan PKB;
3. Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) yang diusung Demokrat, PKPI, dan PKS; serta
4. Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Adreanus Nae Soi (Victory-Joss) yang diusung NasDem, Golkar, Hanura, dan PPP.

 



(SUR)