LSI Jelaskan Kenaikan Suara Pasangan Asyik dan Sudirman-Ida

Achmad Zulfikar Fazli 01 Juli 2018 14:32 WIB
pilkada serentak
LSI Jelaskan Kenaikan Suara Pasangan Asyik dan Sudirman-Ida
Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Sudrajat dan Ahmad Syaikhu. ANT/Agung Rajasa.
Jakarta: Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA membeberkan penyebab suara pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik) di Pilkada Jawa Barat dan Sudirman Said-Ida Fauziyah di Pilkada Jawa Tengah melonjak tajam. Bahkan, perolehan suara kedua pasangan calon itu jauh di atas prediksi lembaga survei.

Dalam survei terakhir, pasangan Asyik hanya sekitar 8,2 persen. Sedangkan dari data hitung cepat, perolehan suara Asyik melonjak menjadi 28 persen enam hari setelah publikasi survei.


Begitu juga dengan Sudirman-Ida. Pasangan yang diusung Partai Gerindra, PKS, dan PAN itu dalam beberapa waktu terakhir diprediksi hanya memperoleh 13 suara. 

"Sudirman Said enam hari setelah publikasi mendapat dukungan 41-42 persen. Ada lonjakan sebesar 28-29 persen. Dari mana datangnya dukungan ini?" ujar Denny JA dalam keterangannya, Minggu, 1 Juli 2018.


Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Tengah Sudirman Said dan Ida Fauziyah. ANT/R Rekotomo.

Pendiri LSI itu menyimpulkan pasangan Asyik dan Sudirman-Ida melonjak karena merebut suara pemilih yang masih mengambang. Asyik berhasil mengambil 20 persen dukungan dari 39 persen suara mengambang. Sedangkan Sudirman-Ida meraih 28-29 persen dari 33 persen suara.

"Mobilisasi Asyik di Jabar dan Sudirman-Ida di Jateng berhasil mengambil mayoritas telak pemilih yang masih mengambang," beber dia.

Suara itu diperoleh kedua pasangan melalui gerakan yang sangat efektif oleh tim kampanye selama seminggu terakhir. Sehingga, lembaga survei juga tak bisa memantaunya.

Denny JA menjelaskan Pilkada Jabar dan Jateng paling banyak disorot ketimbang daerah lain karena di wilayah itu pilkada terasa pilpres.

Dua kandidat itu, beber dia, Asyik di Jabar dan Sudirman-Ida di Jateng sangat tegas posisinya. Jika menang mereka mengusung #2019GantiPresiden.

"Kebetulan di dua wilayah itu pula, lonjakan dukungan Asyik dan Sudirman-Ida sangat luar biasa pada seminggu terakhir, yang tak lagi terpantau survei," kata Denny.

Sedangkan, di wilayah lain meski ada kontroversi, tapi tidak dimobilisasi sedemikian rupa karena tak terasa 'pilpres'. Ia menambahkan pilkada memang sudah selesai. Namun, aura Pilpres 2019 semakin terasa. 

"Melihat begitu panasnya perlawan di Jabar dan Jateng atas hasil hitung cepat, juga mungkin atas hasil hitung nyata KPUD nanti, bersiaplah untuk pertarungan Pilpres 2019 yang akan sengit," pungkas dia.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id