Usaha Makro dan Mikro Bali tak Boleh Timpang
Calon Gubernur Bali Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra (kanan) dan Calon Wakil Gubernur Bali Ketut Sudikerta. Antara/Fikri Yusuf
Bali:Ketimpangan ekonomi antara kota dan desa di Bali masih tinggi. Pemerintah Bali harus menciptakan kebijakan yang menyokong usaha dan industri kecil tanpa mengesampingkan investasi skala besar.

Pasangan calon nomor urut 2 Pilgub Bali 2018 Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra-Ketut Sudikerta akan memetakan potensi yang ada di desa dan kota. Pemetaan dilanjutkan dengan regulasi yang menggenjot usaha makro dan mikro.


Kemudahan akses untuk usaha mikro dan kecil yang banyak di desa amat diperlukan "Mulai dari bahan baku, permodalan, produksi, hingga pemasaran," kata Calon Wakil Gubernur Sudikerta dalam debat terbuka perdana Pilgub Bali 2018, Sabtu, 28 April 2018.

Tidak hanya itu, perlu ada kemudahan akses legalitas bagi usaha kecil. Pengusaha skala mikro mengurus legalitas cukup sampai di Kecamatan.

Pemerintah juga perlu menyokong pengembangan potensi ekonomi yang ada. Terutama untuk peningkatan nilai jual hasil produksi usaha kecil.

"Di Jembrana misalnya ada kakao. Tidak hanya menjual buah, tapi perlu ada produk olahan," kata Wakil Gubernur nonaktif Bali ini.

Sedangkan untuk usaha makro, investasi skala besar perlu dicari yang menjadi tulang punggung ekonomi di daerah tersebut. Tidak hanya itu, Perlu ada skema untuk meningkatkan kapasitas pengusaha.

Sudikerta mencontohkan, pembangunan co-working space, yang menumbuhkan kreativitas. Tempat tersebut dapat menjadi tempat pengusaha bertukar ide dan pikiran.

"Kemudian, perlu ada program kewirausahaan hingga tingkat desa," tegasnya.



(SUR)