Ilustrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Medcom.id
Ilustrasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020. Medcom.id

Pengamat: Pilkada 2020 Berjalan Baik, Tapi Kurang Berkualitas

Pilkada mahkamah konstitusi perselisihan pilkada serentak bawaslu Pemilu Serentak 2020
Fachri Audhia Hafiez • 29 Desember 2020 17:32
Jakarta: Direktur Lingkar Madani Indonesia (Lima) Ray Rangkuti menilai penyelenggaraan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Serentak 2020 berjalan baik meski dalam pandemi covid-19. Sayang, kesuksesan itu tidak diimbangi dengan hasil pilkada yang berkualitas.
 
"Relatif hasilnya justru sangat mengecewakan," kata Rangkuti dalam diskusi daring bertajuk '2021: Apakah Republik Ini Akan Semakin Baik?', Selasa, 29 Desember 2020.
 
Dia menyoroti pilkada kali ini banyak diikuti calon tunggal. Kemudian, fenomena dinasti politik yang mayoritas memenangkan kontestasi politik.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tidak terjadi regenerasi kepemimpinan di tingkat lokal yang cukup siginifikan," ujar Rangkuti.
 
Baca: Ini Proses dan Jadwal Persidangan Sengketa Pilkada 2020 di MK
 
Dia mengakui pilkada tak akan terlepas dari gugatan hasil. Namun, hal ini layak disoroti karena sengketa yang diajukan ke MK berjumlah cukup banyak.
 
Sebanyak 135 gugatan perselisihan hasil pemilihan umum (PHPU) dari 270 daerah penyelenggaraan terdaftar di Mahkamah Konstitusi. Angka ini diprediksi terus bertambah karena pendaftaran sengketa belum ditutup.
 
Tingginya jumlah sengketa pilkada menunjukkan kinerja penyelenggara dipertanyakan. "Artinya lebih dari 40% hasil pilkada sekarang disengketakan ke MK," ujar Ray.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif