Ilustrasi: Medcom.id
Ilustrasi: Medcom.id

Pencoblosan Pilkada 2020 Harus Inovatif

Pilkada Virus Korona pilkada serentak Pemilu Serentak 2020
Sri Yanti Nainggolan • 26 September 2020 19:09
Jakarta: Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) periode 2012-2017 Ferry Kurnia Rizkiyansyah mendorong pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 lebih inovatif. Penyelenggara harus fokus menghindari penularan covid-19.
 
"Misalnya pemungutan suara biasa pukul 7.00-13.00 dibuat hingga pukul 15.00 atau 18.00," kata dia dalam diskusi daring, Sabtu, 26 September 2020.
 
Ia juga menyarankan surat suara bisa dikirim melalui pos dan opsi tempat pemungutan suara (TPS) keliling. Pemilih berusia di atas 45 tahun juga sebaiknya tak usah datang mencoblos ke TPS.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Ini konteksnya mekanisme perubahan norma yang ada," tambah dia.
 
Selain itu, Ferry mengomentari data yang tak transparan terkait warna zona di daerah pilkada. Informasi ini sedianya berguna untuk penanganan (treatment) pada konteks regulasi yang ada, terutama pada daerah zona merah.

"Apakah di zona merah dilanjutkan? Bahkan, kita mau lihat data sejauh ini sampai tingkat kelurahan, desa. Ini jadi catatan penting," kata dia.
 
Baca: Penyelenggara Pemilu, Pemda, dan Aparat Harus Kompak dalam Pilkada 2020
 
Pilkada 2020 digelar di 270 daerah yang meliputi 9 pemilihan gubernur (pilgub), 224 pemilihan bupati (pilbup), dan 37 pemilihan wali kota (pilwalkot). Total 698 pasangan bertarung di Pilkada 2020: 24 pasangan mengikuti pilgub, 579 di pilbup, dan 95 di pilwalkot.
 
Peserta pilkada serentak diberi kesempatan berkampanye dari Sabtu, 26 September 2020, hingga Sabtu, 5 Desember 2020. Pemungutan suara berlangsung Rabu, 9 Desember 2020, dengan protokol kesehatan pencegahan covid-19 yang ketat.
 

(OGI)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif