Medan: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumatera Utara menyatakan dua pasangan calon resmi berkompetisi di Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumut 2018. Mereka adalah Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah dan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus.
"Penetapan itu berdasarkan tanggal dan jam pada masa pendaftaran," ucap Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea di Medan, Senin, 12 Februari 2018.
Ketetapan pasangan calon yang berlaga tertuang dalam Surat Keputusan KPU Sumut Nomor 07/PL.03.3-Kpt/12/Prov/II/2018 tentang Penetapan Pasangan Calon Peserta Pilgub 2018. Sedangkan pasangan JR Saragih-Ance Selian yang didukung Demokrat, PKB, dan PKPI, tak gagal turut serta.
Edy Rahmayadi. Foto: Antara/Wahyu Putro A
Edy berlatar belakang TNI. Dia memilih untuk pensiun dini dari jabatan Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat. Pria berpangkat terakhir Letnan Jenderal ini memilih terjun ke dunia politik.
(Baca: Edy Rahmayadi Kuda Hitam di Pilgub Sumut)
Nama Eddy di dunia olahraga, terutama sepakbola, cukup ternama. Dia adalah Ketua Umum Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) dan menjabat sebagai Ketua Umum PS TNI.
Edy juga memiliki kedekatan dengan Sumut karena perannya di kancah sepakbola. Ia saat ini menjabat sebagai pembina Persatuan Sepak Bola Medan dan Sekitarnya (PSMS Medan) dan pernah berperan saat PSMS konflik.
Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah diusung oleh enam koalisi parpol yakni Golkar 17 kursi, Gerindra 13 kursi, Hanura 10 kursi, PKS 9 kursi, PAN 6 kursi dan NasDem 5 kursi. Sehingga total dukungan 60 kursi yang mengusung pasangan ini.
Edy akan bertarung merebut suara dengan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang diusung PDI Perjuangan dan PPP. Berbeda dengan Edy, Djarot lebih dikenal sebagai 'politikus tulen' dan 'kepala daerah karir'.
Djarot Saiful Hidayat. Foto: MI/Ramdani
Dia adalah dosen yang berkecimpung ke politik. Dia pernah menjadi anggota dewan di DPRD Jawa Timur pada tahun 1999-2000. Dengan PDI Perjuangan sebagai pengusung, dia dua periode menjabat sebagai Wali Kota Blitar (2000-2005 dan 2005-2010).
(Baca: Djarot Calon Kuat di Pilgub Sumut 2018)
Setelah vakum sementara dari posisi kepala daerah, Djarot yang duduk di Kompleks Parlemen Senayan di giring ke Medan Merdeka Selatan. Untuk mendampingi Basuki 'Ahok' Tjahaja Purnama yang jadi Gubernur pada 2014. Djarot kemudian menduduki DKI-1 saat Ahok tersandung kasus.
Kini Edy dan Djarot bakal berlaga di Pilgub Sumut 2017. Keduanya menggandeng pengusaha sebagai penyeimbang. Satu kuda hitam berlatar bintang tiga, satu 'bos' birokrat berpengalaman.
(Baca: JR-Ance Terlempar dari Gelanggang Pilkada Sumut)
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((SUR))