Ganjar, Seni Ukir, dan Jepara
Calon Wakil Gubernur Ganjar Pranowo memamerkan ukiran banteng yang dibelinya di Jepara, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani
Jepara: Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo terpukau dengan kerajinan ukir Jepara. Kekaguman itu diungkapkan Ganjar saat menyambangi  galeri ukir milik Ulfi, warga Jepara yang hanya lulusan SMA.

"Kalau dijual berapa ini," tanya Ganjar sembari menunjuk salah satu ukiran burung bangau karya Ulfi, Minggu, 18 Maret 2018.


Ganjar juga tampak kagum dengan ukiran Naga yang detail dan rumit, tapi halus. Ukiran setinggi dua meter itu digarap Ulfi sendiri dalam waktu dua bulan.

"Prosesnya bikin gambar dulu kemudian baru ditatah atau diukir," kata Ulfi menerangkan.

Hasil ukiran Ulfi bervariasi. Rata-rata figur hewan. Selain naga dan bangau, ada juga kuda, ikan koi, rajawali, serta gajah. Hasil kerajinan itu dijual bervariasi, dari ratusan ribu rupiah sampai belasan juta.

"Banteng ono ora (banteng ada tidak)?" tanya Ganjar soal ukiran binatang yang menjadi lambang partainya itu.


Ganjar Pranowo memamerkan ukiran banteng yang dibelinya di Jepara, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Ulfi pun memamerkan beberapa karyanya. Sebuah patung banteng dalam posisi siaga berduel menarik perhatian Ganjar. Ganjar pun langsung merogoh kocek untuk membeli ukiran sebesar bayi tersebut.

Mendapat penjelasan dari Ulfi, Ganjar juga sempat mempraktikan cara mengukir. Politikus PDI Perjuangan ini meneruskan ukiran yang telah dikerjakan oleh Ulfi. "Wah, ternyata saya bisa ngukir," seloroh Ganjar dengan nada bercanda.

Calon gubernur nomor urut satu itu menilai keterampilan yang dimiliki Ulfi dan para perajin ukir lain di Jepara mesti ditularkan kepada masyarakat, terutama di generasi muda. "Jadi belajar tidak harus di sekolah saja, bisa juga seperti Ulfi yang belajar mengukir sebagai satu ketrampilan," ujar Ganjar.


Ganjar Pranowo uji kemampuan mengukir di Jepara, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani

Namun untuk lebih menarik minat anak muda, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) jurusan seni ukir di Kabupaten Jepara harus dibuat dan diperbanyak. Tujuannya, untuk mengembangkan kemampuan para generasi muda sekaligus melestarikan budaya lokal Jepara yang sebagian masyarakatnya bekerja sebagai perajin ukir.

Menurutnya, dengan adanya sekolah formal khusus tentang ukir, maka lulusannya akan lebih terarah, mulai dari gaya ukir, karakter, teknik, termasuk cara memasarkan.

"Bila lebih kreatif lagi maka masyarakat menjual paket wisata di mana wisatawan bisa punya kesempatan melihat cara mengukir sekaligus mencoba merasakan mengukir kayu. Jika itu bisa diaplikasikan maka bisa jadi wisata yang kita banggakan," pungkas Ganjar.


Ganjar Pranowo terpukau ukiran salah satu peraji di Jepara, Jawa Tengah. Foto: Medcom.id/Rhobi Shani



(SUR)