Muslimat NU Bantu Kemenangan Khofifah
Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa-Sumatera-Bali DPP Partai Golkar, Nusron Wahid. Foto: Medcom.id/Siti Yona Hukmana.
Jakarta: Kemenangan calon gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dipengaruhi beragam faktor. Solidnya dukungan muslimat Nahdlatul Ulama (NU) dinilai sebagai satu di antara penentu hasil akhir.
 
"Penentunya ya Khofifah sendiri, kalau di Jawa Timur dominasinya Partai Golkar dan Muslimat NU, di samping juga Partai Demokrat ya," ujar Ketua Bidang Pemenangan Pemilu Jawa-Sumatera-Bali DPP Partai Golkar, Nusron Wahid, di kantor DPD Golkar DKI Jakarta, Cikini Jakarta Pusat, Rabu, 27 Juni 2018.
 
Nusron mengatakan koalisi partai dukungan mantan Menteri Sosial itu berjalan dengan baik. Seluruh tim penentangan menjalankan peran untuk menggaet suara pilihan masyarakat Jawa Timur.
 
"Semua partai koalisi bekerja," tutur Nusron.
 
Hasil akhir hitung cepat Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menyatakan pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Listianto Dardak memenangi Pilgub Jawa Timur (Jatim). Pasangan Khofifah-Emil memperoleh 54,22 suara.
 
Dari hasil akhir hitung cepat, pasangan yang diusung Demokrat, NasDem, Golkar, PPP, dan Hanura itu mengungguli pesaingnya Saifullah Yusuf alias Gus Ipul-Puti Guntur Sukarno.
 
"Pasangan terpilih di Provinsi Jawa Timur Khofifah-Emil mengalahkan Gus Ipul-Puti," kata peneliti LSI Denny JA Mohammad Khotib di kantornya, Jakarta, Rabu, 27 Juni 2018.
 
Sementara pasangan Gus Ipul-Puti yang didukung PDIP, PKB, Gerindra, dan PKS tercatat hanya memperoleh 45,78 persen suara.
 
Hasil akhir perhitungan suara dari LSI ini memiliki margin of error 1,00 persen dengan Voter Turnout (VTO) 64,88 persen serta persentase data yang diterima sebanyak 94,75 persen.
 
"Dilihat perkembangan data, setidaknya tidak akan mengubah posisi, walaupun masih di angka 94 persen," kata Khotib.

Baca: Pakde Karwo jadi Faktor di Pilgub Jatim


Kendati begitu, Khotib mengatakan jika hasil akhir tetap ditentukan oleh perhitungan suara resmi dari KPU. Rekapitulasi suara sekaligus penetapan hasil Pilkada Serentak 2018 dari tingkat kabupaten/kota hingga provinsi digelar pada 4 hingga 9 Juli mendatang.
 
"Pemenang sesungguhnya kami tegaskan merujuk hasil perhitungan atau rekapitulasi KPU setempat," pungkasnya.





(FZN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id