Dua Paslon Tersangka KPK di Pilwalkot Malang Kalah
Konferensi pers Paslon SAE di Posko Pemenangan, Rabu 27 Juni 2018.
Malang:Pasangan Calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Malang 2018, Sutiaji dan Sofyan Edi Jarwoko (SAE) unggul sementara dari dua pasangan lawannya berdasarkan real count dari scan form C1 yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Paslon SAE unggul dari pasangan Moch Anton-Syamsul Mahmud dan Ya'qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi. Seperti diketahui, Ya'qud Ananda Gudban dan Moch Anton adalah kandidat yang ditetapkan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).


Berdasarkan hasil real count pada website infopemilu.kpu.go.id, Kamis 28 Juni 2018, data yang masuk sementara sebesar 74,5 persen atau sebanyak 1.043 dari jumlah total 1.400 TPS. Hasilnya pasangan Sutiaji-Edi memimpin dengan perolehan suara 44,31 persen atau 122.537 suara.

Menyusul di bawahnya, yakni pasangan Anton-Syamsul memperoleh 36,59 persen atau 100.632 suara. Posisi juru kunci dipegang oleh pasangan Ya'qud-Wanedi dengan perolehan 19,30 persen atau 53.358 suara.

Ketua KPU Kota Malang, Zaenudin mengatakan real count tersebut merupakan sistem perhitungan yang dilakukan KPU melalui scan form C1 dari masing-masing TPS. Sehingga hasil tersebut bukanlah hasil final Pilkada Kota Malang.

"Real count ini bagian dari regulasi Pilkada serentak. KPU memang berkewajiban melakukan upload form C dan C-1 sehingga masyarakat secara luas bisa melihat perkembangannya," katanya kepada awak media, Kamis 28 Juni 2018.

Sementara itu, Sutiaji mengaku kemenangan ini didapat karena masyarakat Kota Malang sudah cerdas untuk memilih pasangan calon yang baik. Oleh karena itu, dia berharap masyarakat juga ikut mengawal pemerintahan ke depannya.

"Berdasar data kami, paslon Sutiaji-Edi menguasai 55 kelurahan. Artinya pemahaman masyarakat sudah merata. Bahkan tingkat kepemilihan juga meningkat dari 51 persen pada 2013 lalu menjadi 70 persen pada tahun ini," pungkasnya.

Sebagai informasi, ada tiga pasangan calon pada Pilkada Kota Malang 2018. Yakni pasangan Ya'qud Ananda Gudban-Ahmad Wanedi yang merupakan calon dari koalisi PDIP, PPP, PAN, Hanura, dan NasDem. 

Kemudian, pasangan Moch Anton-Syamsul Mahmud merupakan kandidat yang didukung PKB, Gerindra dan PKS. Terakhir, pasangan Sutiaji-Sofyan Edi adalah jagoan dari Partai Golkar dan Demokrat.

Namun, beberapa waktu yang lalu, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan Ya'qud Ananda Gudban dan Moch Anton sebagai tersangka dalam kasus suap pembahasan APBD Perubahan Kota Malang Tahun Anggaran 2015.

Ya'qud diduga menerima suap semasa masih menjabat sebagai anggota DPRD Kota Malang. Sedangkan, Anton diduga berperan sebagai pihak pemberi suap saat masih menjabat sebagai Wali Kota Malang.

Kondisi tersebut ternyata cukup berpengaruh kepada keputusan para pemilih di Kota Malang. Sebab, pasangan Sutiaji-Edi yang sebelumnya tak diunggulkan justru menang di sejumlah penghitungan sementara.



(ALB)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id