Yunarto Sebut PKS Selalu Mengejutkan
Sejumlah relawan pendukung Cagub-Cawagub Jawa Barat pasangan ASYIK (Sudradjat - Ahmad Syaikhu) berkampanye di jalur mudik Sumedang-Bandung di Jatinangor, Sabtu (23/6). Foto: Antara/Weli Ayu Rejeki
Jakarta: Partai Keadilan Sejahtera (PKS) disebut partai yang kerap menghadirkan kejutan dalam kontestasi pemilihan umum (pemilu). Fakta ini terlihat melalui hasil hitung cepat Pemilihan Gubenur (Pilgub) Jawa Barat 2018.

"Tingkat pengenalan pasangan Asyik (Sudrajat-Ahmad Syaikhu) di Pilgub Jabar dalam survei sebenarnya kurang dari 50 persen," kata Peneliti Charta Politika Yunarto Wijaya dalam program 'Memilih Pemimpin Negeri' Metro TV, Rabu, 27 Juli 2018.


Faktanya, pasangan yang diusung PKS, PAN, dan Gerindra itu justru menempel ketat perolehan suara pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) melalui hitung cepat sejumlah lembaga survei.

Dari hitung cepat Charta Politika, pasangan Asyik meraih 30,49 persen. Sedangkan pasangan Rindu yang diusung Partai NasDem, PPP, PKB, dan Hanura meraih 33,77 persen. Selisihnya amat tipis sekitar tiga persen. Angka itu diperoleh dari data yang masuk sebanyak 84,67 persen per pukul 16.47 WIB.

Faktor lain yang membuat pasangan Asyik tampil mengejutkan, kata Yunarto, adalah mereka mampu mengakomodasi barisan 'Bukan Pendukung Jokowi'. Yunarto menyebut PKS dan partai pendukung Asyik juga mampu mengelola isu sensitif.

"Manajemen isu dengan memainkan isu primordial, etnis, dan agama juga cukup sukses," kata dia.

Menurutnya, isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA) selalu menjadi andalan di setiap kontestasi. Di mana pun pemilihan berlangsung.

"Bahkan di Amerika, isu SARA kerap menjadi amunisi elite politik. Saya sangat menyayangkan fakta ini," katanya.





(UWA)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id