KPU Makassar Siapkan Skenario Bumbung Kosong
Komisioner KPU Makassar Abdullah Mansyur
Makassar:KPU Kota Makassar, Sulawesi Selatan, segera mengekseskusi putusan Mahkamah Agung soal sengketa Pemilihan Wali Kota. Sesuai amanat MA yang menguatkan putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PTTUN) akan menggugurkan salah satu pasangan kandidat Pilwalkot, Mohammad Ramdhan Pomanto-Indira Mulyasari.

“Kita akan mengeluarkan surat pembatalan terhadap surat keputusan pencalonan, lalu menerbitkan SK baru tentang penetapan satu pasangan calon,” kata Komisioner KPU Makassar Abdullah Mansyur di kantornya, Kamis 26 April 2018.


Jika Ramdhan-Indira dibatalkan dari pencalonan, berarti Pilwalkot Makassar hanya akan diikuti satu pasang kandidat. Kandidat tersisa adalah Munafri Arifuddin-Andi Rahmatika Dewi, yang diusung koalisi sepuluh partai politik. 

Jika kondisinya demikian, sesuai Peraturan KPU, pasangan terakhir akan menghadapi bumbung kosong pada pemungutan suara 27 Juni mendatang.

Mansyur mengatakan KPU sudah tidak punya celah untuk upaya hukum lanjutan usai terbitnya putusan MA. Kasasi yang sudah ditolak, merupakan perlawanan terakhir untuk sengketa Pilkada. KPU Makassar kini tinggal menjalankan putusan tersebut, segera setelah menerima salinan amar putusan dari MA.

“Terkait bagaimana prosesnya, langkah-langkahnya, kita tetap konsultasi dan komunikasi dengan hierarki di atas. Sebelum diputusakan, kita sudah komunikasi ke KPU Provinsi dan besok rencananya ke KPU RI,” ujar Mansyur.

Mansyur menyebut, ada sejumlah hal krusial yang dikonsultasikan KPU Makassar seputar putusan MA. Antara lain rencana debat kandidat tahap kedua. Komisi ingin memastikan bagaimana model debat yang hanya diikuti oleh satu pasang kandidat.




(ALB)