Empat paslon Pilkada Gunungkidul menunjukkan nomor undian. Medcom.id/Ahmad Mustaqim
Empat paslon Pilkada Gunungkidul menunjukkan nomor undian. Medcom.id/Ahmad Mustaqim

Immawan-Martanty Dapat Nomor Urut 2 di Pilkada Gunungkidul

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020 Pilkada Gunungkidul
Ahmad Mustaqim • 24 September 2020 18:19
Gunungkidul: Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), telah mengundi pasangan calon (paslon) yang akan bersaing dalam Pilkada 2020.
 
Ketua KPU Gunungkidul, Ahmadi Ruslan Hani, mengatakan pengundian nomor hanya dihadiri paslon, dua perwakilan Bawaslu, seorang penghubung tiap paslon, serta lima komisioner KPU.
 
"Durasi kegiatan juga kami persingkat agar sesuai dengan aturan tersebut. Fokusnya hanya pada pengundian nomor urut," kata Ahmadi dalam rapat pleno terbuka Pengundian Nomor Urut Paslon Pilkada di Bangsal Sewokoprojo, Kecamatan Wonosari, Kabupaten Gunungkidul, Kamis, 24 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: Pilbup Sidoarjo, Bambang-Taufiqulbar Nomor 1 dan Achmad-Subandi 2
 
Pasangan Sutrisna Wibawa-Mahmud Ardi Widanto memperoleh nomor urut 1. Keduanya disokong koalisi Demokrat, Gerindra, PAN, dan PKS. Immawan Wahyudi-Martanty Soenar Dewi mengantongi nomor urut 2. Immawan-Martanty diusung NasDem.
 
Dua pasangan lain, Bambang Wisnu Handoyo-Benyamin Sudarmadi dapat nomor 3 dan Sunaryanta-Heri Susanto nomor urut 4. Bambang-Benyamin diusung PDI Perjuangan, sedangkan Sunaryanta-Heri diusung Golkar dan PKB.
 
Sementara Sutrisna mengatakan sudah tak lagi menduduki posisi rektor Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Ia mengatakan telah mengajukan surat pengunduran diri ke Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada 4 September lalu. Pengunduran dirinya disebut telah sesuai Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2020 tentang Manajemen PNS.
 
"Tapi kan (sesuai) peraturan pemerintah kan harus ada berita acara penetapan kemarin. Nah dari situlah akan menjadi dasar. Insyaallah satu-dua hari ini keluar SK-nya (surat keputusan pengunduran diri)," katanya.

Adapun Immawan mengatakan telah mengajukan cuti mengikuti tahapan Pilkada 2020. Ia mengatakan sudah mulai cuti pekan depan.
 
Sementara Bambang merupakan pejabat dengan posisi Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset (BPKA) Pemerintah DIY. Ia mengaku sudah mundur dan akan mulai pensiun tertanggal 1 November 2020. Ia juga mengatakan tidak lagi menjabat komisaris di BPD DIY.
 
Di sisi lain Sunaryanta mengungkapkan sudah mundur dari keanggotaan TNI AD. Selama menjadi anggota TNI AD, ia bertugas di Kementerian Pertahanan. "Saya sudah mengajukan pensiun diri. Terhitung tidak aktif sebagai ASN di Kementerian Pertanian sejak Maret (2020) lalu," kata Heri Susanto.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif