Jakarta: Keluarga Mahasiswa Kepulauan KEI (KAMKEI) Jabodetabek menginginkan Pilkada Serentak 2018 tak diwarnai isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Ketua Umum KAMKEI Jabodetabek Yakobus Ohoiulun menegaskan kepentingan politik yang dicampur dengan SARA berpotensi kuat memecah belah masyarakat.
"Kami ingin jaga dan rawat persatuan dan kesatuan di pilkada nanti dengan menahan diri dan selektif agar tidak ikut dalam penyebaran konten provokasi secara lisan maupun tulisan atas nama SARA yang sengajak dimainkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab," tegas Yakobus kepada
Medcom.id di kawasan Bundaran Hotel Indonesia, Jakarta Pusat, Minggu, 25 Februari 2018.
KAMKEI sengaja mengampanyekan itu di kawasan car free day (CFD) karena pemuda saat ini kurang peka akan kejadian-kejadian jelang pilkada. Mereka ingin masyarakat mewaspadai permainan kotor dalam gelaran lima tahunan tersebut.
"Ini kaum muda, kita penting adanya persatuan dan kesatuan. Kami akan menjaga ini. Pada 3 Maret mendatang, kami juga akan menggandeng beberapa universitas di Indonesia, ada yang dari Aceh dan lainnya. Tujuannya satu, kami jaga Indonesia ini," tegas dia.
Yakobus menjelaskan pilkada seharusnya berjalan lancar dan kondusif. Terlebih, pilkada merupakan ajang penyaluran hak politik masing-masing individu.
Partisipasi itu pun seharusnya dilakukan jujur, adil, dan tanpa tekanan. Sayangnya, belakangan pilkada justru berjalan penuh intrik.
Mahasiswa, terang, Yakobus, harus independen dan tak boleh berada di bawah institusi tertentu. Itu penting agar mahasiswa tak ditunggangi kepentingan politik.
"Pilkada saya harap menjadi sarana memperkuat demokrasi di Indonesia, bukan fungsinya sebagai pemecah belah masyarakat antara satu dengan lainnya," ucap Yakobus.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((OJE))