Jakarta: Calon Gubernur nomor urut 4 NTT, Viktor Bungtilu Laiskodat, menyadari dirinya dianggap keras. Ia ingin mengubah stigma itu demi membangkitkan NTT dari keterpurukan.
Kinerjanya sudah dibuktikan selama menjadi Ketua Fraksi NasDem di DPR RI. Dengan pengalaman itu, Viktor bakal merangkul aparatur sipil negara (ASN) membangun NTT.
"Saya mengajak kalian membangkitkan NTT dari keterpurukan, bersama kami. Kita bekerja bersama. Ketika terpilih, saya maupun ASN, mempunyai
blind spot yang harus kita benahi bersama," terang Viktor dalam debat kedua Pilgub NTT 2018 dengan tema Penataan Birokrasi dan Pemberantasan Korupsi, Selasa, 8 Mei 2018.
Baca: Viktor: Pemimpin Harus Bersedia Diawasi dan Dievaluasi
Sedangkan Joseph menegaskan NTT membutuhkan ASN bebas korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). Keduanya bakal membenahi sistem birokrasi agar praktik kotor itu musnah dari pemerintahan setempat.
"Maka kamilah orangnya," tegas Joseph menutup debat Pilgub NTT 2018 malam ini.
Masih ada debat terakhir pada 23 Juni nanti dengan tema pendidikan dan kesehatan untuk Pilgub NTT. Debat perdana sudah dilaksanakan pada 5 April lalu dengan tema ekonomi dan infrastruktur.
Sebanyak 3.177.562 tercatat sebagai pemilih untuk Pilgub NTT 2018. Dari jumlah ini, pemilih paling banyak adalah perempuan dengan 1.620.360 pemilih. Masyarakat NTT akan menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni, serentak dengan daerah lain yang melaksanakan pemilu.
Pilgub NTT diikuti empat pasang calon, yakni
1. Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) yang diusung Gerindra dan PAN;
2. Marianus Sae-Emelia Nomleni (MS-Emi) yang diusung PDI Perjuangan dan PKB;
3. Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) yang diusung Demokrat, PKPI, dan PKS; serta
4. Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Adreanus Nae Soi (Victory-Joss) yang diusung NasDem, Golkar, Hanura, dan PPP.
<iframe class="embedv" width="560" height="315" src="https://www.medcom.id/embed/0Kv7WL1N" allowfullscreen></iframe>
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id((OJE))