<i>Pemberantasan Korupsi tak Boleh Pandang Bulu</i>
Pasangan calon kepala daerah NTT Benny K Harman (tengah) dan Benny A Litelnoni (kanan) dalam debat publik pertama Pilgub NTT 2018. Antara/Kornelis Kaha
Jakarta:Tren kasus korupsi di Nusa Tenggara Barat sejak 2015 sangat mengkhawatirkan. Karena itu, pasangan calon nomor urut 3 kepala daerah Nusa Tenggara Timur, Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni), akan mengambil sejumlah langkah.

"Kami akan memberantas korupsi tanpa pilih kasih dan pandang bulu," kata calon Gubernur NTT Benny K Harman di Debat Publik ke-2 yang mengangkat tema 'Penataan Birokrasi dan Pemberantasan Korupsi', Selasa, 8 Mei 2018.


Paslon Harmoni akan menerapkan sistem informasi dan birokrasi online (daring). Terutama penerapan e-planning, e-procurement dan e-budgeting.

Pasangan duo Benny ini juga akan membentuk sistem pengaduan daring. Agar masyarakat dapat dengan cepat mengadukan 'permainan' aparatur negara atau pejabat pemerintahan lewat web, telepon, surat elektronik (e-mail) atau media sosial.

"Kami juga akan membentuk tim percepatan dan pemberantasan korupsi dan suap di bawah gubernur," tegas dia.

Calon Wakil Gubernur NTT Benny A Litelnoni juga mengakui perlu ada pengawasan kuat untuk memberantas korupsi. "Kebocoran pengadaan dan lelang terjadi lemahnya pengawasan," kata Wakil Gubernur petahan NTT ini.

Masih ada debat terakhir pada 23 Juni nanti dengan tema pendidikan dan kesehatan untuk Pilgub NTT. Debat perdana sudah dilaksanakan pada 5 April lalu dengan tema ekonomi dan infrastruktur.

Sebanyak 3.177.562 tercatat sebagai pemilih untuk Pilgub NTT 2018. Dari jumlah ini, pemilih paling banyak adalah perempuan dengan 1.620.360 pemilih. Masyarakat NTT akan menggunakan hak pilihnya pada 27 Juni, serentak dengan daerah lain yang melaksanakan pemilu.

Pilgub NTT diikuti empat pasang calon, yakni
1. Esthon L Foenay-Christian Rotok (Esthon-Chris) yang diusung Gerindra dan PAN;
2. Marianus Sae-Emelia Nomleni (MS-Emi) yang diusung PDI Perjuangan dan PKB;
3. Benny K Harman-Benny A Litelnoni (Harmoni) yang diusung Demokrat, PKPI, dan PKS; serta
4. Viktor Bungtilu Laiskodat-Josef Adreanus Nae Soi (Victory-Joss) yang diusung NasDem, Golkar, Hanura, dan PPP.





(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id