Gerindra tak Percaya Hasil Hitung Cepat Pilgub Jabar
Ketua DPD Partai Gerindra Jawa Barat, Mulyadi (kanan) meninjau persiapan Partai Gerindra menjelang pilkada serentak 2018. (Foto: MI/Benny Bastiandy).
Jakarta: Partai Gerindra tak mempercayai hasil hitung cepat (quick count) lembaga-lembaga survei yang memenangkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) di Pilgub Jabar 2018. Sebagai pengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), Gerindra memilih menunggu hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU.

"Kenapa kami harus percaya lembaga-lembaga (survei) ini? Harusnya lembaga itu klarifikasi dulu produk mereka tidak cocok dengan hasil," kata Ketua DPP Gerindra Jabar, Mulyadi, kepada Medcom.id melalui pesan singkat, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018.


Mulyadi menyebut hasil lembaga survei kerap bertolak belakang dengan perhitungan riil (real count). Hal tersebut terjadi pada hasil hitung Pilgub Jabar di periode sebelumnya.

"Tahun 2013 Rieke (Rieke Diah Pitaloka) menang quick count, real count Aher (Ahmad Heryawan) yang menang. Pak Aher dua periode selalu kalah dalam survei, tapi menang," bebernya.

Baca juga: Rindu Menang karena Ketokohan

Kondisi demikian pun terjadi pada Pilgub Jabar 2018. Sebab, menjelang Pilgub hasil survei pasangan Asyik acap mendapat perolehan suara yang rendah.

"Faktanya hari ini (perolehan suara pasangan Asyik) hampir tiga kali lipat hasil survei. Padahal yang buat quick count adalah lembaga yang sama dengan yang mensurvei. Terus kita harus percaya?" ketus Mulyadi.

Berdasarkan hasil quick count Charta Politika, pasangan Rindu memperoleh 33,51 persen suara. Pasangan Asyik mengekor dengan perolehan 30,12 persen.

Senada dengan hasil quick count lembaga survei Indo Barometer, Populi Center, dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Berturut-turut pasangan Rindu mendapatkan suara sebanyak 32,40%, 33,25%, dan 32,26%. Sedangkan pasangan Asyik 28,54%, 28,74%, dan 29,58%.





(HUS)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id