Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Medcom.id
Ilustrasi Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Medcom.id

22,7 Juta Pemilih Belum Memiliki Fisik KTP-el

Pilkada pilkada serentak kemendagri Pemilu Serentak 2020
Anggi Tondi Martaon • 27 Oktober 2020 20:57
Jakarta: Sebanyak 22.727.942 daftar pemilih tetap (DPT) dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2020 belum mengantongi Kartu Tanda Penduduk elektronik (KTP-el). Padahal, KTP-el menjadi satu-satunya dokumen yang digunakan pemilih untuk bisa mencoblos.
 
Berdasarkan infografis DPT Pilkada 2020 yang disebarkan Komisioner KPU Viryan Aziz, 22,7 juta pemilih itu terbagi ke dalam dua kelompok. Yakni, 20.788.320 pemilih belum merekam data mereka di sistem KTP-el.
 
"Belum merekam data di KTP-el sebanyak 20,71 persen," tulis infografis DPT Pilkada 2020, Selasa, 27 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, sebanyak data 1.939.622 atau 1,93 persen pemilih KTP-el sudah merekam data pada sistem KTP-el. Kelompok ini belum mengantongi fisik KTP-el.
 
Sedangkan, 77.631.210 pemilih atau 77,35 persen sudah merekam data pemilih. Kelompok ini sudah memiliki fisik KTP-el.
 
Permasalahan KTP-el ini cukup menjadi sorotan pada Pilkada 2020. Sebab, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) menghilangkan fungsi surat keterangan (suket) bagi pemilih yang belum memilki fisik KTP-el.
 
Berdasarkan ketentuan Undang-Undang (UU) Nomor 10 Tahun 2016 tentang Pilkada, penggunaan Suket hanya berlaku hingga Desember 2018. Setelah itu, Suket tidak bisa digunakan oleh pemilih sebagai pengganti KPT-el saat pencoblosan.
 
Akibatnya, pemilih yang tidak mengantongi memiliki fisik KTP-el tidak bisa menggunakan hak konstitusi mereka.
 

(SUR)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif