ilustrasi Medcom.id
ilustrasi Medcom.id

Coklit Tangsel Selisih 78.580 Pemilih

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020 Pilkada Tangerang Selatan
Farhan Dwitama • 17 September 2020 11:52
Tangerang: Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tangerang Selatan, mempertanyakan hasil penetapan pleno rapat terbuka Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang berbeda. Data itu berbeda dari hasil pencocokan dan penelitian (Coklit) oleh Petugas Pemutakhiran Data Pemilih (PPDP) beberapa waktu lalu.
 
Ketua Bawaslu Tangsel, Muhamad Acep, mencatatKomisi Pemilihan Umum Tangerang Selatan (KPU) menetapkan sebanyak 924.602 masuk dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS). Sementara berdasarkan data Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Tangsel, per 13 September 2020, sebanyak 1.003.182 warga Tangselsudah merekam KTP el. Artinya, ada kehilangan data sebanyak 78.580 pemilih.
 
"Pertanyaan kami, apakah petugas pemutakhiran ini benar-benar bekerja untuk mencoklit. Karena faktanya ada selisih perbedaan data pemilih," kata Muhamad,Kamis, 17 September 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Acep berharap, KPU Tangsel segera melakukan penyesuaian atau perbaikan DPS tersebut. Jika tidak, maka akan menghambat pelaksanaan Pilkada 2020.

Menurut Acep, dalam teori DPT, pemilih merupakan orang yang memiliki KTP-el. Di saat yang sama Disdukcapil per September 2020 merilis bahwa ada 1.003.182 data yang wajib KTP-El. Dengan begitu terdapat selisih puluhan ribu data. Mengetahui hal ini, Bawaslu memintah keterangan dari KPU terkait dengan selisih yang menyangkut ribuan data tersebut.
 
”Karena KPU tidak memberikan data By Name By Address, makanya kami melihat angka yang muncul dalam Rapat Pleno tersebut,” kata dia.
 
Bawaslu mempertanyakan, di mana rekomendasi yang diberikan oleh Bawaslu RI mencapai satu juta lebih data. Sementara yang berhasil didata oleh PPDP dalam proses pencoklitan hanya mencapai 924.602.
 
”Melihat data, ini masih sangat jauh dari data yang dimiliki oleh Disdukcapil apalagi hasil rekomendasi KPU RI,” ujar Acep.
 
Acep menyayangkan bahwa KPU belum maksimal dalam melakukan tugasnya pada tahapan pencoklitan. Sehingga dia berharap penyelenggara melakukan evaluasi terhadap selisih mencolok dari data pemilih tersebut.
 
Sementara berdasarkan data penduduk wajib KTP milik Disdukcapil Kota Tangsel, per 13 September 2020. Menyebutkan sebanyak 1.003.182 warga Tangsel wajib ber KTP. Dari jumlah itu, 984.029 sudah melakukan perekaman dan 19.153 belum melakukan perekaman.
 

(ALB)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif