Survei: 21,4 Persen Masyarakat Jatim Tahu Jadwal Pencoblosan
Surabaya Survey Center (SSC) merilis hasil survei terkait program kerja calon gubernur Jawa Timur--Medcom.id/Amaluddin.
Surabaya:Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur tampaknya harus menggenjot kinerjanya jelang pemilihan gubernur (Pilgub) Jatim 2018. Hasil survei Surabaya Survey Center (SSC), hanya 21,4 persen masyarakat Jatim tahu jadwal pencoblosan.

"Sedangkan masyarakat yang mampu menyebut bulan dan tahun saja mencapai sebesar 25,3 persen," kata Direktur Penelitian SSC, Edy Marzuki, saat merilis hasil survei Pilgub Jatim 2018, di Surabaya, Jumat, 27 April 2018.


Menurut Edy, kondisi itu menunjukkan bahwa Pilgub Jatim tahun ini belum tersosialisasi dengan baik. Ini menjadi peringatan bagi penyelenggara pemilukada.

"Sebab sebanyak 33,5 persen, masyarakat Jatim hanya mampu menyebut tahun saja saat ditanya soal Pilgub Jatim. Sedangkan 19,8 persen masyarakat menjawab tidak tahu dan tidak menjawab," ujarnya.

Baca: Survei: Program Kerja Gus Ipul-Puti Paling Dikenal

Ketidaktahuan masyarakat Jatim tekait penyelenggaraan Pilgub akan berdampak besar terhadap partisipasi pemilih nantinya. 

"Dalam situasi persaingan yang sengit dan ketat angka partisipasi di atas 80 persen, tentu amat berarti dan akan menambah legitimasi terhadap hasil pilkada, dan peningkatan kesadaran politik warga," ucap Edy.

Ada beberapa sumber informasi yang diperoleh masyarakat terkait Pilgub Jatim. Yakni melalui Media TV sebanyak 25,6 persen, disusul baliho dan spanduk dijalan sebanyak 14,7 persen. 

Sementara itu, melalui mulut ke mulut (teman dan tetangga) sebanyak 14,2 persen. Melalui sosialisasi KPU di Kabupaten/Kota di Jatim sebanyak 11,8 persen.

Berikutnya melalui media sosial seperti Facebook, WhatsApp, dan lainnya sebanyak 7,1 persen, media cetak (Koran/majalah) sebanyak 6,3 persen. Kunjungan kandidat dan dari keluarga dekat (suami/istri/anak) sebanyak 3,5 persen. Diurutan terakhir media radio sebanyak 1,9 persen. 

"Sementara yang menajwab tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 11,4 persen," kata dia. 

Survei dengan metode multistage random sampling ini dilakukan sejak 11-19 April 2018, di 38 kabupaten/Kota di Jatim. Survei ini dilakukan dengan wawancara tatap muka. Sementara margin of error 2.81 persen, level of confidence 95 persen dengan jumlah sampel sebanyak 1.220 responden. 

Sebagai bentuk kendali mutu, survei ini di lengkapi dengan metode spot check hingga 20 persen dari total responden.




(YDH)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id