Calon wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto, di atas kapal Jalan Pasar Ikan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 3 September 2020. Dokumentasi/ Istimewa
Calon wali Kota Makassar, Ramdhan Pomanto, di atas kapal Jalan Pasar Ikan, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 3 September 2020. Dokumentasi/ Istimewa

Danny Pomanto Pastikan Tak Mengerahkan Tim untuk Pembagian Beras

Pilkada pilkada serentak Pemilu Serentak 2020 Pilkada Makassar
Muhammad Syawaluddin • 20 Oktober 2020 00:38
Makassar: Calon Wali Kota Makassar, Mohammad Ramdhan Pomanto, menyebut tudingan atau laporan bagi-bagi beras kepada warga beberapa waktu lalu tidak benar.
 
Penasihat Hukum Danny Pomanto, Muchtar Juma, mengatakan sanggahan sudah disampaikan saat pemeriksaan di Mapolrestabes Makassar.
 
"Pemeriksaannya berkaitan dengan masalah video pembagian beras. Semua sudah terjawab," kata Muchtar di Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Oktober 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Baca: KPU Daerah Harus Paham Tugas dan Wewenang
 
Dia menjelaskan video berdurasi 2 menit 30 detik yang beredar di media sosial dilakukan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ia menjelaskan tidak ada tim dari pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar Danny Pomanto-Fatmawati yang melakukan hal tersebut.
 
"Tidak ada tim yang membagi (beras) seperti itu. Kebetulan saja saat orang angkat beras ke rumah itu ada spanduk," jelasnya.
 
Dia juga memastikan tidak ada seorangpun dari pihak pasangan dengan tagline 'Adama' itu diperintahkan untuk melakukan hal yang tidak benar. Dia menduga ada oknum yang memiliki tendensi untuk menjatuhkan kliennya dengan cara tersebut.
 
"Pak Danny dipanggil dalam rangka klarifikasi saja sebagai saksi," ujarnya.
 
Muchtar juga menjelaskan hal ini tidak akan masuk pada ranah pidana, karena tidak ada tindakan yang dilakukan oleh kliennya yang dianggap melanggar hukum. Bahkan katanya pihaknya tidak mengetahui siapa orang-orang dalam video yang dikatakan membagi beras tersebut.
 
"Kalau (laporan) pidana itu, itukan perbuatan. Kalau orang tidak melakukan tidak boleh ada aduan. Orang yang bagi beras itu juga tidak diketahui siapa," ungkapnya.
 

(DEN)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif