Distribusi Logistik Pilkada ke Dairi Terkendala Medan
Ilustrasi. Medcom.id/M Rizal
Medan:Distribusi logistik Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara 2018 di empat wilayah Kabupaten Dairi menjadi perhatian khusus. Pasalnya, akses ke empat wilayah dan harus menggunakan beragam moda karena medan yang sulit.

"Keempat lokasi itu yakni di Kecamatan Silain Sabungan, Kecamatan Tanah Pinem, Kecamatan Nempu Hilir dan di Gunung Stember," kata Komisioner KPU Kabupaten Dairi Divisi Program dan Data, Hartono Maha, Senin, 11 Juni 2018.


Dia mengatakan jumlah DPT di lokasi di Desa Baniara, Kecamatan Silain Sabungan, tidak begitu banyak, hanya 66 orang. Namun, akses ke sana harus menempuh jarak sekitar 33 km atau sekitar 3 jam perjalanan dan harus menyeberang Danau Toba.

Titik kedua berada di Kecamatan Tanah Pinem yang dipetakan KPU Dairi menjadi tempat yang sulit untuk diakses.

"Tepatnya di Desa Alur Subur dengan DPT sekitar 187 orang serta Desa Sinar Pagi dengan jumlah DPT sebanyak 250 orang. Namun lokasi ini hanya dapat diakses dengan menggunakan kuda disebabkan jalurnya yang setapak," paparnya.

Titik ke tiga, empat desa di Kecamatan Nempu Hilir yang memiliki akses buruk. Desa Lae Haporas dengan jumlah DPT 523 orang, Desa Lae Itam dengan DPT sebanyak 956 orang, Desa Lae Markelang dengan DPT sebanyak 864 orang dan Desa Lae Luhung dengan DPT sebanyak 742 orang. Waktu tempuh ke kecamatan ini dapat memakan waktu sekitar 2 jam perjalanan.

Titik ke empat, tiga desa di Gunung Stember memiliki akses yang sulit. Desa Rantai Besi dengan DPT sebanyak 583 orang, Desa Lau Lebah dengan DPT sebanyak 351 orang dan Desa Bukit Lau Kersik dengan DPT berjumlah 917 orang.

"Untuk mengantisipasi keterlambatan surat suara di 680 TPS yang berada di Kabupaten Dairi, maka logistik akan didistribusikan lima hari sebelum pelaksanaan pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Utara berlangsung," kata dia.



(SUR)