PKS Menghitung Ridwan-Uu Menang di Jabar

Misbahol Munir, Sunnaholomi Halakrispen 04 Juli 2018 23:46 WIB
pilkada serentakpilgub jabar 2018
PKS Menghitung Ridwan-Uu Menang di Jabar
Cagub Jabar nomor urut satu Ridwan Kamil menyampaikan sambutan sekaligus meresmikan Rumah Rindu saat blusukan di Kampung Persaudaraan, Cilangkap, Tapos, Depok, Jawa Barat, Sabtu (10/3/2018). Foto: MI/Bary Fathahilah
Jakarta: DPW PKS menyatakan pasangan Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum menang dalam pemilihan gubernur Jawa Barat. Hal itu mereka sampaikan saat mengumumkan hasil hitung asli (real count) yang didapatkan dari seluruh kabupaten kota di Jabar.

Merujuk berkas C1 yang dikantongi pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), hasil penghitungan suara Pilgub Jabar sebagai berikut: pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) mendapat 7.175.804 suara, pasangan T.B. Hasanuddin-Anton Charliyan (Hasanah) kebagian 2.754.631 suara, pasangan Asyik mendapat 6.302.254 suara, dan pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (2DM) mengantongi 5.610.051 suara.


Ketua DPW PKS Nur Supriyanto dalam keterangan tertulis, Rabu, 4 Juli 2018, berharap rilis data ini bisa menyetop segala perdebatan dan berita bohong (hoax) di media. "PKS akan memakai data ini ke tingkat provinsi," kata Nur.

Baca juga: Gerindra tak Percaya Hasil Hitung Cepat Pilgub Jabar

Tapi, PKS belum mau mengucapkan selamat atas kemenangan pasangan Rindu. Mereka masih menunggu hasil hitungan final KPU Jabar.

PKS juga bersyukur bisa memenangi 8 dari 10 daerah pemilihan di Jabar. PKS berjaya di Kota Bandung, Garut, Kabupaten Bogor, Kota Sukabumi, Kabupaten Subang, Ciamis, Kabupaten Bandung Barat, dan Kota Cirebon.


Ketum DPW PKS Jawa Barat Nur Supriyanto (kiri), didampingi Sekum Abdul Hadi Wijaya, memaparkan hasil Pilgub Jawa Barat 2018 versi internal di kantor DPW PKS Jabar, Bandung, Jawa Barat, Rabu (4/7/2018). PKS Jabar memaparkan hasil real count internal PKS bahwa pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum mengungguli pasangan yang diusung PKS yakni Sudrajat-Ahmad Syaikhu sekitar empat persen suara keseluruhan. Foto: Antara/Novrian Arvi

Sebelumnya, Partai Gerindra tak mempercayai hasil hitung cepat (quick count) lembaga-lembaga survei yang memenangkan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) di Pilgub Jabar 2018. Sebagai pengusung pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu (Asyik), Gerindra memilih menunggu hasil rekapitulasi yang dilakukan KPU.

"Kenapa kami harus percaya lembaga-lembaga (survei) ini? Harusnya lembaga itu klarifikasi dulu produk mereka tidak cocok dengan hasil," kata Ketua DPP Gerindra Jabar, Mulyadi, kepada Medcom.idmelalui pesan singkat, Jakarta, Kamis, 28 Juni 2018.

Baca juga: LSI Jelaskan Kenaikan Suara Pasangan Asyik dan Sudirman-Ida

Mulyadi menyebut hasil lembaga survei kerap bertolak belakang dengan perhitungan riil (real count). Hal tersebut terjadi pada hasil hitung Pilgub Jabar di periode sebelumnya.

"Tahun 2013 Rieke (Rieke Diah Pitaloka) menang quick count, real count Aher (Ahmad Heryawan) yang menang. Pak Aher dua periode selalu kalah dalam survei, tapi menang," bebernya.

Kondisi demikian pun terjadi pada Pilgub Jabar 2018. Sebab, menjelang Pilgub hasil survei pasangan Asyik acap mendapat perolehan suara yang rendah.

"Faktanya hari ini (perolehan suara pasangan Asyik) hampir tiga kali lipat hasil survei. Padahal yang buat quick count adalah lembaga yang sama dengan yang mensurvei. Terus kita harus percaya?" ketus Mulyadi.

Berdasarkan hasil quick count Charta Politika, pasangan Rindu memperoleh 33,51 persen suara. Pasangan Asyik mengekor dengan perolehan 30,12 persen.

Senada dengan hasil quick count lembaga survei Indo Barometer, Populi Center, dan Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC). Berturut-turut pasangan Rindu mendapatkan suara sebanyak 32,40%, 33,25%, dan 32,26%. Sedangkan pasangan Asyik 28,54%, 28,74%, dan 29,58%.



(MBM)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id