Elite Parpol Harus Legawa
Pemilu. Ilustrasi: Medcom.id/Mohammad Rizal.
Jakarta:Masa-masa pemilihan gubernur dan kepala daerah sejatinya menunjukkan wajah dari setiap elite partai politik (parpol). Sikap yang ditunjukkan para pemenang dan pihak yang kalah menyiratkan tujuan sesungguhnya dari pencalonan mereka sebagai pemimpin.

Hal itu disampaikan pengamat politik CSIS, J Kristiadi. Dia menanggapi pernyataan elite parpol dan calon kepala daerah yang tidak legawa menerima hasil akhir rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU daerah.


"Sikap yang benar ialah menerima dengan legawa. Kalau parpol hanya mau berkuasa, itu namanya gerombolan pemburu kekuasaan. Parpol pemenang harus menjadikan kemenangan sebagai milik rakyat. Apabila parpol tidak menerima hasil KPU, maju ke MK (Mahkamah Konstitusi)," kata Kristiadi kepada Media Indonesia, Minggu, 8 Juli 2018.

Kemarin, KPU menerima hasil rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara dari 111 daerah dari 171 daerah yang menggelar pilkada serentak 2018. Perinciannya 105 kabupaten/kota dan enam provinsi. KPU menerima data hingga pukul 17.00 WIB, kemarin.

Menurut Ketua KPU Arief Budiman, penetapan pasangan calon terpilih dilakukan jika dalam waktu tiga hari kerja seusai rapat akhir rekapitulasi dan penetapan hasil penghitungan suara pilkada di setiap KPU daerah tidak ada pihak yang mengajukan sengketa ke MK. "Kalau ada (pihak) keberatan, penetapan pasangan calon terpilih tunggu putusan MK," jelas Arief.

KPU Provinsi Jawa Barat (Jabar) melaporkan berdasarkan hasil akhir rekapitulasi pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum meraih 7.226.254 suara. Pasangan Sudrajat-Ahmad Syaikhu meraih 6.317.465 suara, Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi dengan 5.663.198 suara, dan Tubagus Hasanuddin-Anton Charliyan mendapat 2.773.078 suara.

Sebelumnya, Sabtu 7 Juli 2018, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto menegaskan akan menelusuri dugaan kecurangan di pilgub Jabar. "Menurut real countkami, (pasangan Sudrajat-Akhmad Syaikhu) menang. Kami akan menghadapi dengan sejuk, tenang, tetapi tegas."

Tidak langgar aturan

Calon Gubernur Jawa Timur (Jatim) Saefullah Yusuf (Gus Ipul) menyesalkan adanya instansi pemerintah terlibat dalam proses pemenangan kandidat lain. "Pada saatnya saya sampaikan. Ada ketua umum partai menggunakan nama Presiden (Joko Widodo) saat kampanye terakhir 23 Juni."

Baca:KPU Kantongi Hasil Pilgub di Enam Provinsi

Dari hasil rapat pleno terbuka rekapitulasi perhitungan suara Provinsi Jatim, Sabtu, pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak meraih 10.465.218 suara. Pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno meraup 9.076.014 suara.

Hasil rekapitulasi KPU Jawa Tengah, kemarin, pasangan Ganjar Pranowo-Taj Yasin memperoleh 10.362.694 suara dan pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah meraup 7.267.993 suara. Jumlah suara sah 17.630.687 dan suara tidak sah 778.805.

Dalam menanggapi ketidakpuasan sejumlah elite partai dan pasangan calon, komisioner KPU Ilham Saputra mengimbau semua pihak menerima hasil rekapitulasi dengan baik. "Proses penghitungan suara merupakan hasil dari setiap level. Kalau tidak puas, tidak melanggar peraturan." (Nurul Fadillah)





(OGI)