Ganjar Ngabuburit Dengan Gowes Sembari Berbagi Rezki
Calon Gubernur Jateng Nomor Urut 1, Ganjar Pranowo, nge-Vlog dengan anak-anak Panti Asuhan Aisyiyah Semarang, Jumat, 18 Mei 2018. Medcom.id/Budi Arista Romadhoni
Semarang: Calon Gubernur Jateng nomor urut 1 Ganjar Pranowo menghabiskan dua hari pertama bulan Ramadan dengan keluarga. Dia juga tak meninggalkan aktivitas kampanye saat ngabuburit.

Pada Ramadan hari ke-2, Jumat, 18 Mei 2018, Ganjar memilih ngabuburit dengan olahraga bersepeda berkeliling Kota Semarang dengan Klub Sepeda Samba. Dia tak lupa berbagai saat gowes bareng.


Pria kelahiran Tawangmangu, Karanganyar berkeliling dengan sepeda sejauh lima kilometer. Dia mampir di panti Asuhan Aisyiyah yang terletak di Jalan Srikandi X/61 Plombokan, Semarang Utara pada pukul 17.00 WIB.

Kedatangan Ganjar disambut suami isteri, Jazuli, 62, dan Harimastuti, 55, sebagai pengasuh panti. "Monggo silahkan masuk, wah kejutan ini Pak Gubernur," kata Jazuli.

Ganjar mengatakan, kedatangan rombongan klub sepedanya sekadar menunaikan tradisi klub. Selain tur keliling kota rutin setiap minggunya, klub sepeda Samba punya tradisi menyisihkan rezeki dari anggota.

Hasilnya dijadikan santunan ke pondok pesantren, keluarga miskin, dan panti asuhan. "Setiap Ramadan, gowes yang biasanya pagi hari dipindah jadi sore hari. Kami punya tradisi yang bagus,"

Klub Samba punya kegiatan ke pondok pesantren dan panti asuhan saat Ramadam. Anggota Samba pun rutin memberikan bantuan untuk anak-anak dalam pesantren dan panti asuhan.

"Mengajari kita selama bulan puasa ini untuk berbagi," imbuhnya.

Jazuli sangat senang dikunjungi Calon Gubernur Jateng Ganjar Pranowo dan klub sepeda yang selalu berbagi ini. Dia berterima kasih atas kedatangan sang petahana tersebut.

"Kami tadi sama Pak Gubernur mengobrol tentang anak-anak. Pak Gubernur mendoakan mereka jadi orang berhasil. Pesan dari pak Gub tadi, supaya para pengasuh memberi pelajaran etika dan sopan santun," tuturnya.

Sekitar 40 anak yang tinggal di panti asuhan tersebut. Rata-rata anak di panti bersekolah, dari SD hingga kuliah di perguruan tinggi.

"Anak-anak ada tiga yang kuliah di Udinus (Universiats Dian Nuswantoro)," ujarnya.



 



(SUR)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id