Ahmad Muzani Ogah Percaya Hasil Hitung Cepat

Husen Miftahudin 01 Juli 2018 14:56 WIB
pilkada 2018
Ahmad Muzani Ogah Percaya Hasil Hitung Cepat
Sekjen Partai Gerindra Ahmad Muzani. MI/Bary Fathahilah.
Jakarta:Sekretaris Jenderal Partai Gerindra Ahmad Muzani menolak mempercayai hasil hitung cepat Pilkada serentak 2018. Dia lebih memilih untuk menunggu hasil penghitungan suara resmi Komisi Pemilihan Umum (KPU).

Muzani juga membantah tudingan macetnya mesin partai mendongkrak suara pasangan calon yang diusung dalam Pilkada 2018. Ia menilai kesalahan ada pada hasil survei yang dilakukan berbagai lembaga survei.


"Pengamat mengatakan mesin Gerindra yang maju karena Jawa Tengah bisa mencapai 40 persen. Padahal kata survei, Dirman-Ida (Sudirman Said-Ida Fauziyah) di-framing tidak lebih dari 15 persen, tapi apa yang terjadi kemarin di atas 40 persen," ujar Muzani di sela halalbihalal dengan eks Relawan Anies-Sandi di rumah dinasnya, Jalan Kemang Selatan, Jakarta Selatan, Minggu, 1 Juli 2018.

Bila menilik survei sebelum pencoblosan yang menyebut suara pasangan Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Gerindra tak lebih dari 15 persen, jauh dari kenyataan. Margin of error 2 persen pun tak cukup menutup kesalahan yang dibuat lembaga-lembaga survei.

"Tetapi lembaga survei enggak mau disalahkan. Pertaruhan kredibilitas intelektual enggak mau disalahin, caranya mengatakan itu mesin parpol yang berjalan," tuturnya.

Hal demikian juga terjadi pada Pilkada Jawa Barat. Menurut Muzani, hasil hitung cepat yang menunjukkan keunggulan pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu) diframing oleh lembaga survei.

"Pola ini sudah kita baca, dan mungkin 2019 akan menjadi pola yang sama. Kemungkinan quick count salah, wong surveinya (juga) salah jadi bagaimana quick count-nya mau bener juga," tukasnya.



(DRI)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id