Protokol kesehatan ketat dan beberapa inovasi di TPS yang dijalankan oleh KPU bertujuan untuk menjaga kesehatan pemilih (Foto:Dok.Kominfo)
Protokol kesehatan ketat dan beberapa inovasi di TPS yang dijalankan oleh KPU bertujuan untuk menjaga kesehatan pemilih (Foto:Dok.Kominfo)

Tata Cara Menjadi Pemilih saat Pandemi

Pilkada pilkada pilkada serentak Berita Kominfo Pemilu Serentak 2020
M Studio • 10 November 2020 06:55
Jakarta: Perhelatan akbar Pemilihan Serentak 2020 dipastikan akan diselenggarakan, meski pandemi covid-19 belum usai. Tahapan Pemilihan Serentak 2020 yang sempat terhenti dilanjutkan kembali agar tidak terjadi kekosongan kepemimpinan di 270 daerah peserta pemilihan.
 
Melaksanakan pemilihan di tengah wabah pandemi tentu sangat berisiko. Oleh karena itu dibutuhkan persiapan matang untuk mengantisipasi terjadinya penularan covid-19 pada hari pemilihan.
 
Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah berulang kali melakukan simulasi pemungutan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS) dengan protokol kesehatan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


KPU juga telah menerbitkan peraturan khusus terkait pelaksanaan Pemilihan Serentak di masa bencana non alam covid-19. KPU melakukan berbagai inovasi di dalam proses pemungutan dan penghitungan suara pada 9 Desember 2020.
 
Inovasi yang dipersiapkan adalah alur kegiatan pemilih sejak tiba di TPS, mendaftar, mencoblos, hingga keluar ke TPS. Semuanya menerapkan protokol kesehatan ketat.
 
Hal-hal yang harus diperhatikan dan wajib ditaati pemilih, yaitu:
 
1. Saat pemilih datang diwajibkan mencuci tangan dan menjaga jarak minimal satu meter saat antre memasuki TPS.
 
2. Pemilih mendaftarkan diri kepada petugas KPPS dengan menggunakan alat tulis masing-masing pemilih.
 
3. Mengenakan sarung tangan plastik yang diberikan oleh petugas KPPS, kemudian duduk di bangku antrean, atau langsung ke bilik suara apabila sudah diberi kesempatan mencoblos oleh Ketua KPPS.
 
4. Setelah mencoblos, langsung melepas salah satu sarung tangan plastik untuk diberikan tinta di jari sebagai tanda telah memilih.
 
5. Melepas sarung tangan plastik, lalu membuangnya ke tempat yang sudah disediakan.
 
6. Pemilih kembali mencuci tangan di tempat yang sudah disediakan di luar TPS.
 
7. Pemilih yang sudah menunaikan hak pilihnya agar segera kembali ke rumah masing-masing agar tidak ada kerumunan di sekitar TPS.
 
Tak hanya itu, KPU juga menyiapkan skenario darurat seperti pakaian hazmat yang diperuntukkan bagi petugas KPPS. Hal ini untuk mencegah penularan virus, apabila ada pemilih yang mendadak pingsan atau terjatuh di TPS karena diduga terinfeksi covid-19.
 
KPU juga menyiapkan satu bilik khusus diperuntukkan bagi pemilih yang memiliki suhu di atas 37,3 derajat Celsius.
 
Protokol kesehatan ketat dan beberapa inovasi di TPS yang dijalankan oleh KPU bertujuan untuk menjaga kesehatan pemilih.
 
Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) terus melakukan sosialisasi terkait Pemilihan Serentak 2020 untuk mengajak masyarakat agar turut menyukseskan pemilihan kepala daerah yang akan berlangsung dalam hitungan pekan.
 
Kominfo mengimbau agar pemilih tidak perlu risau dalam menunaikan hak pilih karena di TPS diberlakukan protokol kesehatan ketat. Seluruh TPS nantinya juga akan disemprot disinfektan secara berkala untuk memastikan dan meyakinkan kesehatan pemilih terjaga.
 
Indonesia harus belajar dari pengalaman negara-negara lain yang juga menyelenggarakan pemilu di tengah pandemi seperti Korea Selatan. Kunci sukses menyelenggarakan pemilihan di tengah pandemi adalah disiplin menerapkan protokol kesehatan.
 
Inovasi di TPS sudah dipersiapkan oleh KPU sebagai upaya menerapkan disiplin protokol kesehatan. Namun upaya itu hanya bisa berjalan optimal apabila mendapat dukungan dari berbagai pihak, terutama disiplin dari para pemilih agar datang ke TPS dengan tertib dan menjalankan seluruh protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.
 

(ROS)

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif