Ilustrasi. MI/Duta
Ilustrasi. MI/Duta (Media Indonesia)

Kudus Sebaiknya Lima Hari di Rumah

Pilar Mudik Lebaran Virus Korona bupati kudus pandemi covid-19 Vaksinasi covid-19
Media Indonesia • 14 Juni 2021 09:44
KABUPATEN Kudus, Jawa Tengah, tengah menjadi sorotan. Disorot karena varian baru covid-19 jenis B1617.2 atau disebut juga varian Delta sudah masuk di daerah itu.
 
Varian Delta yang semula menyebar di India itu disebut oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sebagai varian yang memprihatinkan. Varian itu menjadi ancaman kesehatan global karena telah menyebar lebih banyak daripada virus asli.
 
Keberadaan varian Delta di Kudus dibenarkan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, kemarin. Sedikitnya 28 orang dinyatakan positif terpapar varian baru itu. Pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat bergotong royong mencegah penularan virus varian baru itu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
Pemerintah hendaknya meningkatkan pemeriksaan, pelacakan, dan perawatan (3T). Selain itu, menyiapkan tambahan tempat tidur untuk ICU, rumah sakit, dan tempat isolasi. Masyarakat juga diminta untuk mematuhi protokol kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak, menghindari kerumunan, dan mengurangi mobilitas (5M).
 
Harus jujur diakui bahwa penyebaran covid-19 yang masif di Kudus bermula dari ketidakpatuhan masyarakat. Mereka mengabaikan protokol kesehatan pada saat melakukan kegiatan ziarah keagamaan dan tradisi kupatan setelah Idul Fitri.
 
Lonjakan kasus positif covid-19 di Kudus berlipat-lipat selama tiga minggu terakhir ini. Kudus mengalami kenaikan kasus bahkan mencapai 7.594% dengan angka keterisian tempat tidur yang telah mencapai 90,2% per 8 Juni.
 
Kasus di Kudus per Sabtu, 12 Juni 2021, tercatat 2.342 terkonfirmasi covid-19. Sebanyak 511 orang dirawat, 1.341 orang menjalani isolasi mandiri, dan 490 orang menjalani isolasi terpusat. Angka kematian sudah mencapai 861 kasus.
 
Data itu memperlihatkan betapa cepatnya penyebaran covid-19 di Kudus, bahkan sudah telanjur menjalar ke daerah lain di Jawa Tengah. Saat ini ada 11 kabupaten/kota masuk zona merah.
 
Harus ada tindakan luar biasa untuk menghentikan penyebaran covid-19 di Kudus dan daerah lainnya di Jawa Tengah. Ganjar Pranowo mengusulkan lima hari semua di rumah saja. Selama lima hari tersebut para orang tua atau lansia hingga anak-anak tidak bepergian. Perkantoran juga diminta memperbanyak persentase karyawan untuk bekerja dari rumah.
 
Tugas pemerintah itu bukan mengusulkan, tapi mengambil keputusan. Keputusan harus diambil Bupati Kudus HM Hartopo. Buatlah keputusan agar lima hari semua di rumah saja. Keputusan itu mesti dikawal agar berjalan tegak lurus.
 
Keputusan lima hari di rumah saja patut didukung. Jangan keluar rumah. Keluar rumah kalau betul-betul penting saja sebab virus varian baru itu cepat sekali menular. Kita mendorong Bupati Hartopo berani mengambil keputusan sekalipun tidak populer.
 
Tidak kalah pentingnya ialah konsisten menjalankan kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro. Bila perlu, semua RT atau RW di Kudus menerapkan PPKM mikro.
 
Pelaksanaan vaksinasi juga mesti digencarkan. Berdasarkan data dari Kemenkes, vaksinasi di Kudus belum dapat memenuhi target yang diharapkan, terutama lansia dan pralansia yang merupakan kelompok rentan terpapar virus korona.
 
Memutus mata rantai penyebaran covid-19 bukan hanya tugas pemerintah, harus dilakukan bersama-sama masyarakat. Semua pihak harus mengambil bagian dalam pemutusan mata rantai tersebut.[]
 
*Editorial Media Indonesia Senin, 14 Juni 2021

 

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif