Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group.
Gaudensius Suhardi Dewan Redaksi Media Group. (Gaudensius Suhardi)

Gaudensius Suhardi

Anggota Dewan Redaksi Media Group

Petugas Partai Puan atau Ganjar

Pilar puan maharani Ganjar Pranowo PDIP Rakernas PDI-P Pilpres 2024 capres Megawati Soekarnoputri
Gaudensius Suhardi • 27 Juni 2022 10:00
INILAH pengakuan Megawati Soekarnoputri. Ia mengaku belum selesai melakukan perhitungan terkait dengan calon presiden yang akan diusung partai yang dipimpinnya, PDI Perjuangan.
 
Pengakuan itu disampaikan Megawati sambil makan kerupuk pangsit bakso malang seusai Penutupan Rakernas II PDIP 2021 di Jakarta, Kamis, 23 Juni 2022. "Saya sebagai ketua umum harus menghitung gitu lo, jadi perhitungan saya belum selesai," kata Megawati.
 
Ia harus melakukan perhitungan karena Rakernas II PDIP memutuskan penetapan capres diputuskan Megawati. Keputusan rakernas itu dibacakan Ganjar Pranowo.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


 
"Rakernas partai menegaskan bahwa penetapan pasangan calon presiden dan wakil presiden yang akan diusung PDIP pada Pemilu 2024, berdasarkan keputusan Kongres V Partai, AD/ART Partai, dan tradisi demokrasi partai ialah hak prerogatif Ketua Umum Partai, Megawati Soekarnoputri,” kata Ganjar. Dua soal menarik diperhatian dan keduanya berkorelasi. Pertama, soal Megawati belum selesai melakukan perhitungan. Kedua, Ganjar yang membacakan keputusan rakernas. Soal melakukan perhitungan bisa bermakna lebih dari satu nama yang kini dipertimbangkan Megawati untuk diusung sebagai capres.
 
Tersebutlah nama anak kandung Puan Maharani dan Ganjar Pranowo yang namanya selalu masuk tiga besar survei capres. Situasi yang dihadapi Megawati saat ini persis menjelang Pilpres 2014.
 
Saat itu, survei menempatkan Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo pada peringkat atas capres. Namun, pada sisi lain, Megawati sebagai ketua umum partai masih berhak untuk tampil lagi sebagai capres. Megawati pun menjatuhkan pilihan pada Jokowi.
 
Pilihan yang dianggap berani karena Jokowi bukanlah pihak yang berada di struktural partai. Jokowi juga tidak punya garis trah Soekarno. Megawati menetapkan Jokowi sebagai capres PDIP pada 14 Maret 2014 jelang satu bulan pendaftaran capres ke KPU.
 
Menurut Jokowi, dia sudah merasakan sinyal bakal diusung sebagai calon presiden PDIP. Dia tak menampik bahwa sinyal semakin kuat saat dia diminta menemani Megawati menziarahi makam Bung Karno pada 12 Maret 2014.
 
Apakah sejarah akan berulang? Ini soal kedua. Puan berada dalam struktural partai dan memiliki garis trah Soekarno. Sementara itu, Ganjar yang saat ini menjabat Gubernur Jawa Tengah tidak berada dalam struktural partai dan tidak memiliki garis trah Soekarno.
 
Puan Maharani memastikan bahwa Megawati sudah mengantongi nama yang akan diusung sebagai capres. “Ya sudah ada dong pastinya. Cuma kan ada di dalam hati ibu ketum (Megawati). Belum bisa disampaikan," kata Puan.
 
Mungkinkah Ganjar yang diminta membacakan hasil kongres sebagai sinyal restu Megawati? Jokowi, sebelum mendapatkan restu Megawati, juga diminta membaca dalam rakernas. Saat itu, 6 September 2013, Jokowi membacakan dedikasi hidup Bung Karno dalam Rakernas III PDIP.
 
Kata Megawati saat menutup kongres pada 23 Juni 2022, dirinya tidak mencari pemimpin atau capres yang mengandalkan elektoral semata. Sosok pemimpin yang dicari, kata Megawati, harus menjadi dambaan rakyat dan memiliki kepribadian yang mampu memimpin pemerintahan. Dambaan rakyat menjadi kata kunci.
 
Pemimpin yang didambakan rakyat bisa diukur dari hasil survei. Akan tetapi, sesuai ketentuan Pasal 15 Anggaran Rumah Tangga PDIP, ketua umum mempunyai hak prerogatif untuk, pada huruf f, memutuskan capres dan/atau calon wapres.
 
Menurut Pasal 20 ayat (2) Anggaran Dasar PDIP, setiap anggota partai yang terpilih dan duduk dalam jabatan politik dan jabatan publik ialah petugas partai yang harus tunduk dan patuh terhadap aturan dan perintah partai sesuai tingkatannya. Tidaklah berlebihan untuk menyebutkan bahwa PDIP masih mencari petugas partai untuk dicalonkan sebagai capres.
Sejarah mencatat, Megawati memilih capres tidak berdasarkan selera pribadinya, tetapi sesuai kehendak rakyat. Tunggu saja siapa yang akan dipilih Megawati, apakah Puan atau Ganjar atau ada nama lain lagi.
 

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif