ANT--Presiden menyatakan bahwa rakyat sekarang semakin kritis termasuk kepada media massa sehinnga mereka tahu mana media yang partisan dan tidak berimbang dalam pemberitaan selama pilpres 2014.
ANT--Presiden menyatakan bahwa rakyat sekarang semakin kritis termasuk kepada media massa sehinnga mereka tahu mana media yang partisan dan tidak berimbang dalam pemberitaan selama pilpres 2014. ()

metro view

Politik itu Akal Sehat

21 Juli 2014 16:40
Politik itu Akal Sehat
 
SAAT berbicara pada acara "AntaraNews CSR Awards 2014" hari Senin (21/7), Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menangkap adanya suasana tegang menjelang pengumuman Komisi Pemilihan Umum tentang hasil Pemilihan Presiden. Hanya saja Presiden segera menambahkan bahwa suasana tegang itu bukan terjadi pada tingkat masyarakat, tetapi pada para elite politik.
 
Menurut Presiden, masyarakat menunjukkan kedewasaannya. Mereka telah menggunakan hak politik mereka pada tanggal 9 Juli lalu dengan memberikan suara untuk memilih salah satu dari dua pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden yang ada. Setelah itu masyarakat menjalani kehidupan sehari-hari secara normal.
 
Apabila masyarakat bisa menunjukkan kedewasaannya, seharusnya elite politik juga bisa melakukannya. Sebab, para pemain politik adalah kelompok masyarakat terdidik dan selalu menggunakan akal sehatnya. Ketika elite politik tidak menggunakan akal sehat dan hanya mendahulukan emosi, maka kita pantas mempertanyakan eksistensi mereka. Betapa menakutkannya negara ini apabila hanya diisi elite politik yang haus akan kekuasaan dan tidak menggunakan akal sehatnya.
 
Namun kita percaya bahwa para elite politik akhirnya akan kembali kepada akal sehatnya. Sebab, kekuasaan bukanlah tujuan, tetapi sebuah amanah kepada pemimpin terpilih untuk menjalankan tanggung jawabnya.
 
Amanah yang melekat kepada kekuasaan itu adalah pengabdian. Kekuasaan harus dipakai sebagai alat untuk memperbaiki kehidupan seluruh rakyat, bukan alat untuk sekadar unjuk kekuatan.
 
Untuk itulah kekuasaan harus dikontrol. Kekuasaan tidak bisa diberikan seperti sebuah cek kosong. Kekuasaan harus diawasi agar tidak sampai menimbulkan salah guna yang justru merugikan rakyat.
 
Oleh karena kekuasaan akan selalu diawasi, maka mereka yang memiliki ambisi kepada kekuasaan haruslah tahu diri. Persaingan untuk memperebutkan kursi kekuasaan janganlah dilihat sebagai persoalan hidup atau mati. Itu hanyalah sebuah kompetisi untuk membuat kehidupan berbangsa dan bernegara menjadi lebih baik.
 
Seperti halnya sebuah kompetisi umumnya, tentu akan ada yang kalah dan ada yang menang. Namun kekalahan dan kemenangan bukanlah persoalan pribadi, tetapi ini persoalan kebangsaan. Siapa pun yang menang, itu adalah kemenangan bagi seluruh bangsa.
 
Tentu kita memahami bahwa kekalahan itu terasa menyakitkan. Namun kebesaran seseorang bukan dilihat dari bagaimana ia merayakan kemenangan, tetapi bagaimana ia menerima kekalahan.
 
Kemampuan untuk menerima kekalahan, itulah yang kita nantikan sekarang. Bagaimana mereka yang kalah mau menerima kekalahan itu dan memberi kesempatan kepada yang menang untuk memimpin negeri ini.
 
Kita pernah melihat persaingan "head to head" seperti ini dalam Pemilihan Gubernur DKI Jakarta dua tahun lalu. Kita hormati sikap yang dilakukan Gubernur Fauzi Bowo untuk segera mengakui kekalahan dan memberi selamat kepada Joko Widodo pada kesempatan pertama.
 
Demokrasi kita akan semakin mata apabila elite politik menunjukkan kedewasaan seperti itu. Ketika sedang bersaing, masing-masing calon menunjukkan kehebatannya. Namun ketika masyarakat sudah memutuskan, maka kita harus menerima keputusan masyarakat itu.
 
Kita selalu diingatkan pada ungkapan "vox populin vox dei", "suara rakyat itu adalah suara Tuhan". Memang jalan seseorang untuk menuju tampuk kekuasaan, tidak terlepas dari takdir Yang Maha Kuasa. Kita tentu harus menerima kenyataan itu.
 
Presiden Yudhoyono mengatakan, berani mengakui kekalahan itu sangatlah mulia. Mau mengucapkan selamat kepada yang menang itu adalah indah. Sikap itulah yang kita percaya akan terjadi pada tanggal 22 Juli saat KPU mengumumkan hasil pemilihan presiden.
 
Harapan kita kepada mereka yang menang dan dipercaya untuk memimpin negeri ini, juga tidak boleh sombong. Ia harus mampu merangkul yang kalah untuk menjadi bagian penting dalam memajukan bangsa dan negara ini.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Oase metro view

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif