MI--Barang bukti yang disita dari dalam Kampus Unas
MI--Barang bukti yang disita dari dalam Kampus Unas ()

metro view

Ada Narkoba di Unas

19 Agustus 2014 19:05
PENELUSURAN yang dilakukan Badan Narkotika Nasional di Kampus Universitas Nasional menemukan adanya 36,5 kg ganja disembunyikan di dalam lembaga pendidikan itu. Bahkan penelusuran lebih lanjut menemukan juga alat-alat yang biasa digunakan untuk keperluan shabu-shabu.
 
Adanya narkoba di dalam kampus tidak bisa dianggap enteng. Ini semakin menunjukan bahwa peredaran narkoba di tengah masyarakat begitu luar biasa dan bahkan telah mengancam para calon pemimpin bangsa ini.
 
Itulah yang seharusnya menghardik kesadaran kita semua untuk lebih bersungguh-sungguh menghadapi para bandar narkoba. Mereka merupakan pribadi yang tidak punya hati dan berani untuk mengedarkannya di kalangan mahasiswa.
 
Perang melawan narkoba tidak bisa dilakukan hanya oleh aparat BNN saja. Semua kita harus terpanggil untuk ikut membantu melawan para bandar narkoba yang terus berupaya merusak bangsa ini. Narkoba yang diedarkan di dalam kampus sungguh-sungguh merupakan alarm tanda bahaya. Bayangkan, tempat yang seharusnya menjadi tempat persemaian para calon pemimpin bangsa, telah dikotori oleh tangan-tangan jahat.
 
Kita tidak bisa bayangkan masa depan bangsa ini, apabila anak-anak muda harapan bangsa sudah dicekoki oleh narkoba. Kita bukan hanya akan kehilangan putra-putra terbaik bangsa, tetapi kita bisa kehilangan generasi.
 
Untuk itulah pimpinan Universitas Nasional tidak bisa tinggal dia. Bersama Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan harus berbuat sesuatu untuk menyelamatkan kampus-kampus dari serbuan narkoba.
 
Kita katakan kampus-kampus, karena Universitas Nasional hanya puncak dari gunung es. Para bandar narkoba pasti memasuki semua kampus yang ada untuk memanfaatkan pasar yang ada di kalangan mahasiswa.
 
Untuk itulah para rektor seluruh perguruan tinggi harus segera melakukan pengawasan ke dalam kampus. Jangan biarkan tempat pendidikan yang mereka pimpin juga kemasukan orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
 
Kita kembali mengharapkan adanya kesungguhan dalam penegakan hukum. Tindakan para bandar narkoba yang semakin berani disebabkan karena kita setengah hati untuk menghukum mereka.
 
Di negara yang sangat keras menerapkan hukuman saja, para bandar narkoba itu masih berani untuk beraksi. Apalagi di negara kita yang setengah hati dalam menegakkan hukum, sehingga para narapidana narkoba punbisa menggunakan lembaga pemasyarakatan menjadi kantor pusat penyebaran narkoba mereka.
 
Kita harus sadar bahwa persaingan di antara negara semakin ketat. Semua negara berlomba untuk memacu kemampuan yang mereka miliki agar menjadi pemenang dalam persaingan dunia yang semakin terbuka.
 
Kita juga harus berani menerima kenyataan bahwa indeks pembangunan manusia Indonesia masih tertinggal jauh di belakang. Dibutuhkan usaha keras dari kita semua untuk mengejar ketertinggalan yang ada.
 
Di tengah kualitas rata-rata manusia Indonesia yang masih rendah, bisa kita bayangkan apa yang akan terjadi apabila kita membiarkan kampus-kampus dirusak oleh segala macam narkoba. Kita bukan akan semakin maju, tetapi akan justru semakin jauh tertinggal di belakang.
 
Tidak bosan-bosannya kita mengingatkan pentingnya bangsa ini memperhatikan pendidikan. Jangan biarkan ada tangan-tangan kotor yang merusak proses pendidikan yang ada di negara ini, karena kita ingin membangun manusia Indonesia yang siap untuk menghadapi tantangan dunia yang semakin terbuka.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Oase metro view

FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif