Mengutip laman Akupintar, role playing ialah metode pembelajaran dengan menghadirkan peran-peran dalam materi atau peristiwa agar siswa dapat memberikan penilaian, pendapat, dan kritik terhadap suatu masalah. Dalam penerapannya, beberapa siswa diberikan kesempatan mengekspresikan suatu tokoh, kemudian siswa lainnya ditugaskan untuk mengamati jalannya drama.
Menurut Djamarah (2010), model pembelajaran role playing dapat dikatakan sama dengan sosiodrama. Sebab, keduanya sama-sama mendramatisasi tingkah laku dalam hubungan dengan masalah sosial.
Kelebihan metode role playing
Role playing tentunya memiliki kelebihan tersendiri dibandingkan dengan metode pembelajaran lain. Lantas, apa sajakah itu? Berikut ulasannya:- Karena harus menghafal isi drama yang akan dilakonkan, maka metode ini dapat melatih pemahaman dan daya ingat siswa
- Tidak semua siswa bisa memainkan peran. Terbatasnya peran ini dapat melatih siswa untuk bersikap inisiatif dan kreatif
- Bakat yang ada dalam diri siswa dalam bidang bermain peran dapat dipupuk, sehingga memungkinkan berkembangnya seni drama dari sekolah
- Melatih kerja sama antarpemeran drama
- Siswa memiliki kebiasaan untuk menerima dan berbagi tanggung jawab dengan sesamanya
- Dapat melatih bahasa lisan siswa agar menjadi bahasa yang baik dan dipahami orang lain
Kelemahan metode role playing
Di samping kelebihan, tentu metode role playing memiliki kelemahan, yakni:- Tidak semua siswa dapat terlibat dalam drama, sehingga dikhawatirkan mereka menjadi kurang kreatif
- Membutuhkan waktu yang panjang, baik untuk persiapan isi bahan pelajaran maupun pelaksanaan pertunjukan. Padahal, waktu pembelajaran sangat terbatas
- Memerlukan tempat yang cukup luas dan memadai. Ukuran ruangan kelas yang relatif kecil membuat siswa menjadi kurang leluasa dan kurang bebas
- Dapat mengganggu kelas lain akibat suara pemain dan penonton yang bertepuk tangan, berteriak memberikan dukungan, apresiasi, dan sebagainya
Langkah-langkah melakukan metode role playing
Jika faktor kelemahan role playing bisa diatasi, maka tak ada salahnya sesekali menerapkan metode pembelajaran ini. Role playing tidak serta merta dilakukan begitu saja, tetapi memerlukan berbagai tahap, mulai dari persiapan hingga evaluasi.Tertarik mencoba metode pembelajaran ini di kelas? Berikut langkah-langkah yang harus diterapkan:
1. Persiapan
Pada tahap ini, guru memperkenalkan siswa dengan permasalahan dalam materi yang tengah dipelajari. Permasalahan atau kasus itu bisa muncul dari hasil pemikiran siswa atau sengaja disiapkan oleh guru.2. Memilih pemeran drama
Untuk memilih pemeran dalam drama, siswa dan guru dapat musyawarah. Namun, sebaiknya guru memberi kesempatan pada siswa yang berminat untuk mengajukan diri sendiri. Hal ini akan membuat siswa lebih percaya diri.3. Menunjuk siswa menjadi pengamat
Selain pemeran, guru juga harus menunjuk siswa sebagai pengamat.4. Mendekorasi panggung
Setelah semua pemain dan pengamat terpilih, guru dapat melibatkan siswa lain dalam kegiatan mendekorasi kelas menjadi panggung pertunjukan. Hal ini berguna untuk mengajarkan kerja sama dan kreativitas kepada siswa.5. Memainkan peran
Jika semua tahap persiapan selesai, selanjutnya adalah memainkan peran. Meski sudah berusaha menghafal, tak menutup kemungkinan siswa mengalami kebingungan dalam memainkan peran. Bila itu terjadi, guru dapat menghentikan drama dan mengarahkan jalannya pertunjukan.6. Diskusi dan evaluasi
Selepas pertunjukan, guru dapat mengajak siswa mendiskusikan dan mengevaluasi permainan tadi. Arahkan drama itu pada realita kehidupan nyata, kemudian beri siswa kesempatan untuk membadingkan bagaimana hal-hal yang terjadi dalam alur cerita terjadi di dunia nyata. Berdasarkan perbandingan itu, ajak siswa untuk mengungkapkan kesimpulan menurut pandangannnya masing-masing.Demikianlah pembahasan mengenai metode role playing yang bisa diterapkan agar pembelajaran tidak monoton. Selamat mencoba! (Nurisma Rahmatika)
Baca: Teknologi Digital dalam Pendidikan Diyakini Tak Bakal Hapus Peran Guru
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News