Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tips Simon Tabuni 'Menaklukkan' Bahasa Inggris Demi Beasiswa LPDP

Pendidikan Beasiswa LPDP Tips Pendidikan Bahasa Inggris
Ilham Pratama Putra • 18 Agustus 2021 10:14
Jakarta: Kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat wajib para pelamar beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Syarat ini bukanlah hal mudah bagi pemuda asal Papua, Simon Tabuni.
 
Simon awalnya hanya mengantongi skor IELTS (International English Language Testing System) sebesar 4,5 ketika akan melamar beasiswa LPDP. Sementara, skor yang diminta ialah 6,5. Mengejar skor tersebut, pria asal Manokwari itu mengikuti berbagai pelatihan bahasa Inggris.
 
"Saya mengikuti pelatihan itu ada di Yogyakarta, Bali, kemudian di New Zeland," kata Simon dalam siaran Instagram @beasiswaosc, Selasa 17 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Tak cukup dengan itu, dia pun membuat metode belajar sendiri. Dia berkomitmen menghafal lima kata setiap hari.
 
"Jadi saya tuliskan di sticky notes saya tempel itu di tangan. Setiap hari saya membaca itu. Awalnya saya bisa hafal lima sampai 10 sehari. Tapi saya lakukan konsisten sampai menghafal 100 sehari," ujarnya.
 
Baca: Simon Tabuni, Jebolan LPDP Jadi Tokoh Pemuda Papua Inspiratif
 
Simon fokus belajar bahasa Inggris selama tiga tahun, sejak 2014 sampai 2017. Kegigihannya itu terbayar dengan hasil skor IELTS yang menembus angka 6,5.
 
Menariknya, Simon telah lulus tes wawancara lebih dulu sebelum memenuhi skor kemampuan bahasa Inggrisnya itu. Menurut dia, pihak LPDP yakin memberikan beasiswa karena tekadnya untuk mengembangkan tanah Papua.
 
"Waktu S1 saya mempelajarai dsiplin ilmu, saya yakin ketika diijinkan untuk mendapatkan beasiswa, kemudian melanjutkan jenjang S2, saya mampu mengaplikasikan disiplin ilmu yang saya peroleh untuk masyarakat," terang lulusan S1 Universitas Papua itu.
 
Jurusan yang diincar Simon di Inggris ialah studi linguistik. Dia ingin mendokumentasikan bahasa-bahasa daerah Papua yang kini berada dalam bahaya kepunahan.
 
"Saya melakukan analisa, dan memberi tahu situasi masyarakat. Saya sampaikan situasi bahasa bagaimana, kemudian ketika saya dipercayakan beasiswa tersebut saya akan kembali ke daerah akan melakukan dokumentasi, melakukan ini itu," sebutnya.
 
Baca: Rampung Kuliah di Inggris, Simon Fokus Hidupkan UMKM Pertanian di Papua
 
Penggemar sepak bola itu pun berhasil menjadi penerima beasiswa S2 LPDP di University of London. Setelah rampung kuliah, ia memenuhi janjinya untuk pulang dan mengembangkan Papua. Dia memfokuskan membangun Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pertanian di daerah tertinggal di Papua.
 
Apa yang dicapai Simon tak lepas dari ketekunan dan kegigihannya. Dia pun berpesan kepada pemburu beasiswa agar tak kena lelah dalam berusaha. Meskipun, situasi saat ini tengah serba sulit akibat pandemi covid-19.
 
"Saya mendorong teman-teman untuk terus belajar, terutama saat pandemi ada hal baik juga bagaimana bisa meningkatan kapasitas kita dalam bahasa Inggris. Saya mendorong teman-teman tetap semangat untuk meraih cita-cita untuk keluar negeri," ungkap calon doktor di Australia National University tersebut.
 
(AGA)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif