Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Abdul Kahar. Foto: Zoom
Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Abdul Kahar. Foto: Zoom

Lulus Tepat Waktu dan Nilai Memuaskan, Ini Tips Raih Sukses di Perguruan Tinggi

Citra Larasati • 26 November 2022 09:00
Jakarta:  Sukses studi di perguruan tinggi sering kali membutuhkan strategi dan perencanaan yang tepat.  Tujuannya tentu saja, tak sekadar dapat lulus tepat waktu, namun juga agar dapat mendapatkan nilai yang memuaskan.
 
Kepala Pusat Layanan Pembiayaan Pendidikan (Puslapdik) Kemendikbudristek, Abdul Kahar mengatakan,  jika Sobat Medcom Komitmen untuk menyelesaikan kuliah tepat waktu, selalu mencari solusi alternatif dalam menyelesaikan permasalahan dan siap beradaptasi atas segala perubahan berarti kamu sudah on the right track menuju sukses studi di perguruan tinggi.
 
“Satu lagi yang tak kalah penting adalah selalu berkolaborasi dengan proaktif memperluas jejaring serta saling membantu dan mendukung,” kata Kahar saat bersilarurahmi dan berbincang-bincang dengan ratusan mahasiswa penerima KIP Kuliah di Makasar, dilansir dari laman Puslapdik, Jumat, 25 Januari 2022. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Abdul Kahar bersilaturahmi dengan 700 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi swasta yang berlangsung di Universitas Muslim Indonesia (UMI) serta dengan sekitar 250 mahasiswa Universitas Hasanuddin.
 
Di hadapan sekitar para mahasiswa penerima KIP Kuliah itu, Kahar menegaskan sekali lagi pentingnya bagi mahasiswa untuk membangun jejaring. Menurutnya, manfaat penting saat membangun jejaring dan berkolaborasi adalah  terbukanya berbagai peluang dalam pengembangan karier dan pengetahuan.
 
“Ketika kita berkolaborasi, akan terjadi pertukaran ide dan pendapat yang produktif dan konstruktif, pertukaran pengalaman dan pengetahuan, adanya kerja sama yang saling menguntungkan dan terbukanya berbagai informasi baru.  Hal itu semua sangat penting bagi masa depan mahasiswa,“ ungkap Kahar.
 
Kahar juga mengingatkan para mahasiswa penerima KIP Kuliah bersikap secara tepat di zaman yang serba digital saat ini. Sikap yang tepat itu, lanjutnya, adalah memiliki keahlian sesuai kebutuhan industri dan dunia kerja yang diiringi dengan selalu berupaya semaksimal mungkin mengenali dan menguasai teknologi yang terbaru serta punya jiwa kewirausahaan
 
“Selain itu, mahasiswa perlu mengenali, memahami dan mengelola potensi diri, pelajari kelemahan dan kelebihan diri,“ katanya.
 
Semua hal itu penting, sebab, diingatkan Kahar, di masa mendatang, saat mahasiswa saat ini kelak terjun di dunia kerja, akan banyak pekerjaan yang hilang dan tergerus jaman, namun sebaliknya muncul berbagai jenis pekerjaan baru.
 
“Jenis-jenis pekerjaan baru sebagian besar terkait dengan teknologi informasi dan teknologi secara umum,“ paparnya.

Kampus Merdeka

Untuk menjawab berbagai tantangan masa depan itu serta menyiapkan mahasiswa agar mampu menghadapinya, dikatakan Abdul Kahar, Mendikbudristek, Nadiem Makarim, telah menggagas program Kampus Merdeka.
 
“Tujuan Kampus Merdeka adalah meningkatkan kompetensi lulusan, baik softskill maupun hardskill agar  siap dan relevan dengan kebutuhan Zaman,“ katanya.
 
Selain itu, juga mendorong mahasiswa menguasai berbagai keilmuan, mengembangkan kreativitas dan kapabilitas, mengembangkan kemandirian, berkolaborasi, serta memperoleh pengetahuan langsung di dunia nyata.
 
Hal itu akan diperoleh dalam program Kampus Merdeka melalui berbagai kegiatan, seperti pertukaran mahasiswa dalam dan luar negeri, magang di industri, mengajar di sekolah, penelitian, membangun desa, proyek kemanusiaan, studi atau proyek mandiri serta kewirausahaan.
 
“Mahasiswa penerima KIP Kuliah diharapkan ikut berpartisipasi dalam berbagai program Kampus Merdeka tersebut, agar kelak menjadi sumber daya manusia Indonesia yang unggul,“ kata Abdul Kahar.
 
Diungkapkan Abdul Kahar, sejak Tahun 2010, saat pertama kali Bidikmisi digulirkan dan lantas disempurnakan melalui Program KIP Kuliah Tahun 2019, sampai Tahun 2022, pemerintah telah memberi kesempatan pada 1.237.920 mahasiswa dari keluarga tidak mampu untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
Baca juga: Wajib Tahu! Ini Perbedaan SNBP dan SNMPTN


 
(CEU)




LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif