Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Tips Tembus Beasiswa ala YouTuber Jovial da Lopez dan Influencer

Pendidikan Beasiswa Pendidikan Tinggi Perguruan Tinggi Mahasiswa
Citra Larasati • 08 September 2021 08:09
Jakarta:  Beasiswa menjadi salah satu jalur yang dapat ditempuh pelajar untuk mendapatkan bantuan biaya sekolah maupun kuliah.  Oleh karena itu, tidak sedikit milenial yang mengejarnya untuk meningkatkan kualitas ilmu yang dimilikinya, ataupun untuk meraih karier yang lebih baik.
 
YouTuber dengan 1,1 juta subscribers, Jovial da Lopez, baru-baru ini meluncurkan "Beasiswa Da Lopez" buatannya sendiri. Dalam Festival Edutainer yang digelar Campuspedia dan Yayasan Ruangpeduli.  Jovial hadir bersama sembilan influencer (tokoh populer di media sosial lainnya) untuk berbagi informasi seputar beasiswa dan cara menembusnya. 
 
Gue sendiri adalah lulusan Fisika Nuklir di Universitas Indonesia, dan pernah belajar teater di Institut Kesenian Jakarta. Di situ gue belajar, sangat menghargai suatu beasiswa karena selain ini benefit finansial, ini bisa jadi suatu hal yang memorabilia (bakal diingat seumur hidup),” ungkap Jovial, dalam keterangan tertulisnya yang dikutip Rabu, 8 September 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun menurutnya, jumlah beasiswa yang terbatas biasanya diminati oleh tidak sedikit orang.  Hal inilah yang membuat jalan untuk mendapatkan beasiswa tidak mudah dan sangat kompetitif.
 
Untuk itu, dibutuhkan beberapa cara atau tips agar jalan mendapatkan beasiswa lebih mulu.  Sehingga peluang untuk mendapatkannya pun semakin mudah. 
 
Berikut tips mendapatkan beasiswa ala Jovial da Lopez:
 
Perbanyak Portofolio 
 
Strategi pertama dari pemilik kanal YouTube Skinny Indonesia ini, adalah memanfaatkan publikasi sebagai portofolio beasiswa. Publikasi itu bisa bermacam-macam, mulai dari tulisan, karya ilmiah, hingga konten di media sosial.
 
“Tidak terkecuali konten YouTube, ini bisa menjadi portofolio. Yang paling penting, adalah kita punya tujuan yang lebih besar (beasiswa), dan jangan menyerah. Jangan berkarya hanya karena followers dan income,” pesan Jovial.
 
Strategi kedua, adalah konsistensi dalam berkarya. Tak jarang milenial mudah merasa bosan. Padahal, ketekunan menjadi kunci agar seseorang bisa menguasai suatu bidang, dan nantinya menjadi ahli (expert) serta karyanya dapat terus dinikmati masyarakat.
 
“Pokoknya sih kalian harus yakin, berani dan konsisten ketika membuat karya, dan perbanyak karya itu. Jangan sampai merasa berkecil hati dan malu dengan karya yang sudah kalian buat. Semua itu butuh proses dari bawah,” tegas Jovial.
 
Terus Belajar dan Penuhi Persyaratan
 
Ketika dua strategi di atas sudah dipenuhi, rasa puas diri biasanya akan datang. Tapi Jovial mengingatkan, bahwa perjalanan masih separuh jalan. Strategi selanjutnya adalah pencari beasiswa harus terus mau belajar. Karena menurut Jovial, di atas langit, pasti masih ada langit.
 
“Sebuah karya tidak akan berkembang maksimal jika kalian tidak pernah belajar. Makanya, untuk membuat karya yang luar biasa juga harus disertai dengan proses belajar yang maksimal. Apalagi untuk proses mencari beasiswa yang sangat ketat,” lanjut Jovial.
 
Niken Ambar, influencer yang mendapat Beasiswa S2 di Malaysia juga menambahkan seputar pentingnya belajar di bidang-bidang selain keahlian kita dalam rangka mempersiapkan beasiswa. 
 
Misalnya belajar bahasa Inggris, karena sebelum mendaftarkan diri di beasiswa Internasional, calon penerima beasiswa harus mendapatkan nilai IELTS minimal 5,5 atau TOEFL dengan minimal 500. 
 
Syarat-syarat lainnya seperti administrasi, juga menjadi sangat penting. Umumnya, informasi ini sudah bertebaran di internet. 
 
“Syarat seperti ini, perlu dipelajari jauh-jauh hari. Karena kelengkapan data adalah hal paling penting dalam mendaftar beasiswa. Jika data tidak lengkap, maka kesempatan untuk mendapatkan beasiswa pun akan semakin kecil,” lanjut Niken. 
 
Baca juga:  Tips Simon Tabuni 'Menaklukkan' Bahasa Inggris Demi Beasiswa LPDP
 
Kemampuan Public Speaking (berbicara di depan publik) juga menjadi tantangan tersendiri. Karena tahapan beasiswa umumnya memiliki sesi wawancara, yakni ketika calon penerima beasiswa akan ditanya banyak hal oleh penyedia beasiswa maupun oleh pihak kampus di mana mereka akan belajar nantinya.
 
Nah, ketika wawancara, teman-teman harus menceritakan tentang kemampuan diri, keinginan kuat untuk belajar, dan itu semua memerlukan public speaking yang bagus. Sehingga saat wawancara apa yang kalian sampaikan bisa dimengerti,” tegas Niken.
 
Hai Sobat Medcom, terima kasih sudah menjadikan Medcom.id sebagai referensi terbaikmu. Kami ingin lebih mengenali kebutuhanmu. Bantu kami mengisi angket ini yuk https://tinyurl.com/MedcomSurvey2021 dan dapatkan saldo Go-Pay/Ovo @Rp 50 ribu untuk 20 pemberi masukan paling berkesan.
 
(CEU)



LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif