"Maka secara akumulasi akan terjadi kerusakan yang paling ringan yaitu bronkitis akut. Selain itu bisa juga terjadi peradangan pneumonitis," kata Reviono mengutip laman UNS, Sabtu, 4 April 2020.
Reviono juga menyoroti aktivitas penyemprotan jalan dan ruang terbuka oleh kepolisian atau pemadam kebakaran. Menurut dia, pola itu kurang efektif.
“Menurut saya lebih efektif dengan mengelap ke permukaan benda yang sering disentuh. Seperti daun pintu, pegangan tangga, pegangan lift, pegangan kursi karena penularan lewat benda-benda tersebut relatif tinggi,” jelasnya.
Baca: 200 Relawan Mahasiswa Bantu Tangani Pasien Korona di Wisma Atlet
Reviono juga menyarankan warga rajin membersihkan diri, termasuk ganti pakaian, ketika pulang bepergian. Utamanya, apabila pulang dari tempat yang disinyalir pusat penyebaran virus korona (covid-19).
Aktivitas seperti bertamu sebaiknya dikurangi. Atau, bila terpaksa, harus rajin mencuci tangan dengan sabun guna membunuh kuman, bakteri, hingga virus. Ia juga mengingatkan untuk tetap menghindari kerumunan dan mengenakan masker.
Reviono menuturkan, virus akan mati dengan sendirinya pada orang yang memiliki imunitas yang baik. Namun, selama penularan terus terjadi, virus akan tetap hidup dan terus berpindah tempat. Itu kenapa menghindari kerumunan dan menjaga jarak fisik (physical distancing) amat penting ditaati.
"Minimal jarak satu meter, supaya kalau ada virus tidak melompat, kalau sedang batuk pakai masker, hindari salaman dan anjuran dari pemerintah lainnya," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News