Ilustrasi. Foto: Pexels
Ilustrasi. Foto: Pexels

Pantau Sesak Napas Melalui Dua Hal Ini

Arga sumantri • 27 Agustus 2021 17:00
Surabaya: Dosen Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) Alfian Nur Rosyid memaparkan kondisi sesak napas akhir-akhir ini sering didapati di masyarakat. Sesak napas secara sederhana dapat dipantau setidaknya dari dua hal, yang kemudian menentukan perkiraan penyebab sesak dan tindakan yang harus dilakukan.
 
Ia memaparkan sesak napas didasarkan pada simptom dan sign. Simptom adalah sesuatu yang dikeluhkan oleh seseorang, apa yang diutarakan oleh pasien kepada dokter atau tenaga kesehatan. 
 
"Sign adalah tanda dari sesak napas, yang harus diperiksa secara objektif melalui pemeriksaan medis," ungkap Alfian mengutip siaran pers UNAIR, Jumat, 27 Agustus 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Secara sederhana, simptom adalah keluhan yang sifatnya subjektif yang dirasakan oleh pasien. Sedangkan, sign adalah tanda bahwa seseorang tersebut mengalami sesak napas dan bersifat objektif.
 
Baca: Kenali Cara Mencegah Sesak Napas pada Pasien Covid-19

Simptom

Diagnosa sesak napas secara simptom, berarti perlunya memahami keluhan pasien. Keluhan tersebut sebagaimana yang dirasakan dan dilaporkan oleh pasien. "Pasien mengatakan bahwa dia mengalami sesak napas, dengan bahasa-bahasa yang dia ungkapkan," ujarnya.
 
Terdapat beberapa macam keluhan sesak napas yang disebutkan oleh pasien kepada dokter atau perawat. Pasien dapat menyebutkan keluhan sesak napas sebagai napas yang berat, napas pendek, dada terasa berat, dada terasa sempit, napas tidak longgar, tersengal-sengal, menggos-menggos dan lain sebagainya. 
 
"Keluhan-keluhan tersebut sejatinya sama dengan sesak napas, namun pasien menggunakan bahasa masing-masing untuk kemudian mengungkapkan secara lisan," jelasnya.
 
 
  • Halaman :
  • 1
  • 2
Read All



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif