Dalam sambutannya, Bambang mengapresiasi diversifikasi kegiatan dan program yang dilakukan pengelola Puspiptek dalam upayanya menjangkau dan membumikan duia sains, riset dan penelitian. Kegiatan serupa ini, kata Bambang, sangat strategis untuk menumbuhkan minat generasi penerus bangsa terhadap dunia riset dan penelitian.
Sebab saat ini, kata Bambang, kelemahan Indonesia dalam riset adalah rendahnya jumlah peneliti yang dapat dilihat dari rasionya jika dibandingkan dengan jumlah total penduduk di Tanah Air. "Kita masih di bawah Vietnam dan negara ASEAN lainnya," ungkap Bambang.
Keterbatasan jumlah peneliti di Indonesia ini tidak semata karena minimnya potensi, namun lebih kepada rendahnya minat. "Yang membuat surut minat menjadi peneliti adalah kesalahan kita dalam menanamkan minat peserta didik di jenjang SD, SMP, dan SMA terhadap sains dan riset," terang Bambang.
Baca juga: Para Peneliti Dunia Bertukar Data untuk Kembangkan Vaksin Covid-19
Untuk itu, menurut Bambang, wisata edutainment seperti Agro Puspiptek ini menjadi strategis untuk meningkatkan minat anak didik di bidang penelitian.
Dalam kesempatan yang sama, Walikota Tangerang Selatan, Airin Rachmi Diany mengatakan, pembukaan Agro Puspiptek sebagai edutainment ini memang sangat dinanti-nanti oleh warga Tangsel. Tempat ini, kata Airin dapat menjadi tempat wisata edukasi baru yang sangat menyenangkan.
"Karena Saya lihat ada banyak spot instagramable," kata Airin.
Ia juga mengatakan, dalam kondisi pandemi ini, keberadaan Agro Puspiptek ini juga dapat menjadi alternatif dalam pembelajaran jarak jauh (PJJ). "Karena Saya lihat anak-anak sudah jenuh dengan PJJ, ini bisa jadi alternatif PJJ di saat pandemi," terang Airin.
Hal ini, kata Airin, satu semangat dengan apa yang tengah dilakukan ia bersama jajarannya. Beberapa waktu lalu ia juga telah menginstruksikan kepada seluruh kepala sekolah di semua jenjang untuk memberikan pembelajaran yang inovatif selama pandemi.
"Setiap inovasi itu agar dapat direplikasi di sekolah lain," jelasnya.
Namun, kata Airin, mengingat Tangsel masih menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) akibat pandemi covid-19, ia meminta kepada pengelola untuk menjaga betul penerapan protokol kesehatan penanganan covid-19.
"Jadi ada PR (pekerjaan rumah) tambahan untuk pengelola, nanti kami akan bantu untuk protokol kesehatannya," terang Airin.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News