"Saya belum pernah melihat peneliti dunia berbagi informasi. Tidak hanya strategi penanganan, tapi juga pengetahuan penularan dan juga pencegahan dengan vaksin," kata Wakil Kepala Lembaga Eijkman, Herawati Sudoyo dalam acara Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Sarwono Prawirohardjo Memorial Lecture XX, Jumat, 28 Agustus 2020.
Dia menyebut, kolaborasi ini penting untuk melihat proses pengembangan vaksin di setiap negara. Herawati mengatakan, pengalaman masing-masing negara sangat dibutuhkan.
"Melacak covid-19 itu melihat dari asal-usul virus tersebut. Kita perlu kolaborasi dan berbagai pengalaman. Pengembangan vaksin semuanya dasarnya adalah science dari Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) ke protein dan desain," ungkapnya.
Dia berharap kolaborasi dan berbagi pengalaman ini juga membuahkan hasil bagi Indonesia. Hingga akhirnya, Indonesia mampu membuat vaksin sendiri.
"Indonesia perlu mengembangkan vaksin sendiri. Kita menyadari ini perjalanan panjang, komitmen tinggi, dan membutuhkan mental yang kuat. Kita juga tahu studi klinis akan terus diperlukan untuk populasi dan riset berkelanjutan tetap diperlukan," terang Herawati.
Baca juga: Indonesia Butuh Minimal 175 Juta Vaksin Covid-19
Sebelumnya Kepala LBM Eijkman, Amin Soebandrio mengatakan vaksin covid-19 buatan Indonesia atau Vaksin Merah Putih bakal masuk dalam tahap uji klinis pada pertengahan 2021. Uji klinis ini direncanakan bakal melewati tiga fase.
"Kalau semua berjalan lancar, diharapkan pada semester ke dua tahun 2021 bisa dilakukan uji klinis fase satu, dua dan tiga," kata Amin dalam Forum Diskusi Salemba Iluni Universitas Indonesia, Rabu 26 Agustus 2020.
Jika hasil uji klinis berjalan baik, dia menyebut, vaksin akan dikirim ke laboratorium di Yunani. Pengecekan di Yunani ini sebagai langkah terakhir sebelum vaksin diproduksi untuk kemudian diberikan ke masyarakat.
Amin memastikan, sejauh ini pengembangan vaksin Merah Putih berjalan lancar. Dia mengaku dalam pengembangan vaksin, Eijkman masih sesuai jadwal yang ditentukan.
"Progres saat ini, yang pasti saya memastikan sampai saat ini semua proses masih seperti time schedule, dan memang kami diberikan waktu 12 bulan," terangnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News