Ilustrasi. Medcom.id
Ilustrasi. Medcom.id

Indonesia Butuh Minimal 175 Juta Vaksin Covid-19

Ilham Pratama Putra • 26 Agustus 2020 20:15
Jakarta: Kepala Lembaga Biologi Molekuler (LBM) Eijkman Amin Soebandrio menjelaskan Indonesia membutuhkan vaksin virus korona (covid-19) untuk setidaknya 175 juta masyarakat Indonesia. Guna mencukupi kebutuhan tersebut, Indonesia harus mampu memproduksi vaksin covid-19 secara mandiri.
 
"Apakah kita mau beli dari luar semuanya? Belum tentu kapasitas seluruh dunia bisa mencukupi," kata Amin, dalam Forum Diskusi Salemba Ikatan Alumni Universitas Indonesia, Rabu, 26 Agustus 2020.
 
Amin meyakini, sulit jika Indonesia terlalu ketergantungan dengan vaksin dari luar negeri. Selain butuh waktu yang lebih lama, vaksin dari luar negeri juga belum tentu bisa mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia.

LBM Eijkman pun bertekad terus mengembangkan vaksin covid buatan dalam negeri, atau vaksin Merah Putih. Upaya memproduksi vaksin Merah Putih terus digenjot.
 
Baca: Bio Farma Ungkap Perkiraan Harga Vaksin Sinovac
 
Menurut dia, hingga pekan ketiga Agustus 2020, pengerjaan vaksin masih berjalan lancar. Dia mengaku dalam pengembangan vaksin, Eijkman masih berada pada waktu yang ditentukan.
 
"Kami bersama-sama Biofarma untuk memastikan produk ini bisa betul-betul membangkitkan kekebalan di individu. Di sisi lain, vaksin ini memiliki keamanan yang tinggi," kata Amin.
 
Sementara itu, Manajer Senior Integrasi Riset dan Pengembangan PT Biofarma, Neni Nurainy menjelaskan, proses pengembangan vaksin tidak mudah. Guna dapat menghasilkan vaksin yang aman dan efektif, tentunya melalui suatu proses yang sangat kompleks.
 
Selain itu, vaksin ini juga harus bisa diproduksi dalam kondisi yang konsisten. Pada akhirnya, vaksin covid-19 ini diharapkan bisa benar-benar memberikan dampak yang besar bagi kesehatan publik.
 
"Ini memerlukan proses yang cukup panjang, karena syarat dari WHO untuk vaksin ini betul-betul ketat. Jadi kemurniannya harus sangat tinggi," kata Neni.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AGA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA