Ilustrasi hujan meteor. Foto: Medcom
Ilustrasi hujan meteor. Foto: Medcom

Hujan Meteor Lyrid 2026 Capai Puncak Malam Ini, Begini Cara Terbaik Menyaksikannya

Citra Larasati • 22 April 2026 18:43
Ringkasnya gini..
  • Langit malam Indonesia kembali menyuguhkan tontonan yang memukau dengan hadirnya fenomena hujan meteor Lyrid.
  • Fenomena alam yang dinantikan para pecinta astronomi ini menjadi salah satu peristiwa langit paling istimewa di pertengahan April 2026.
  • Hujan meteor Lyrid dijadwalkan mencapai puncaknya dalam waktu dekat, dengan perkiraan aktivitas tertinggi terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari.
Jakarta: Langit malam Indonesia kembali menyuguhkan tontonan yang memukau dengan hadirnya fenomena hujan meteor Lyrid. Fenomena alam yang dinantikan para pecinta astronomi ini menjadi salah satu peristiwa langit paling istimewa di pertengahan April 2026.
 
Hujan meteor Lyrid dijadwalkan mencapai puncaknya dalam waktu dekat, dengan perkiraan aktivitas tertinggi terjadi sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Artinya, masyarakat yang ingin menikmati pemandangan terbaik disarankan untuk begadang dan mengamati langit sebelum fajar menyingsing.
 
Bagi warga Jakarta dan sekitarnya, fenomena ini mulai dapat diamati setiap malamnya tepat saat titik radian hujan meteor terbit di ufuk timur. Kabar baiknya, gangguan cahaya Bulan yang berada di fase kuartal pertama terbilang minimal, sehingga kondisi pengamatan cukup kondusif untuk menyaksikan kilatan meteor di langit.

Pada puncaknya, hujan meteor ini diperkirakan menghasilkan hingga 13 meteor per jam yang bisa disaksikan dari wilayah Jakarta. Momen terbaik untuk mengamatinya adalah sekitar pukul 04.00 WIB, saat titik radian berada di posisi tertinggi dan Jakarta menghadap secara optimal ke arah datangnya meteor.
 
Lantas, kapan hujan meteor lyrid terjadi? Simak informasinya berikut ini yang dikutip dari laman In-The-Sky.org:

Kapan Hujan Meteor Lyrid Terjadi?

Hujan meteor Lyrid aktif setiap tahun dalam rentang waktu yang cukup panjang, yaitu mulai 16 April hingga 25 April. Selain itu, fenomena serupa yaitu hujan meteor Eta Aquariid juga dapat disaksikan mulai pertengahan April hingga akhir Mei, sehingga langit April menjadi periode yang sangat kaya akan fenomena langit.
 
Pada tahun 2026, puncak hujan meteor Lyrid diperkirakan terjadi pada sekitar pukul 02.00 WIB dini hari tanggal 23 April 2026. Oleh karena itu, waktu pengamatan terbaik adalah sebelum fajar pada 23 April dan setelah titik radian terbit pada malam 22 April.
 
Bagi masyarakat di Jakarta, hujan meteor ini baru dapat mulai diamati setiap malamnya setelah pukul 22.10 WIB, saat titik radian di konstelasi Hercules terbit di ufuk timur. Fenomena ini kemudian akan terus aktif hingga fajar menyingsing sekitar pukul 05.29 WIB.
 
Waktu paling ideal untuk menyaksikan hujan meteor ini adalah sekitar pukul 04.00 WIB, saat titik radian berada di posisi tertinggi di langit pada ketinggian 49 derajat di atas cakrawala. Pada jam tersebut, rotasi Bumi membuat Jakarta menghadap secara optimal ke arah datangnya meteor, sehingga jumlah meteor yang dapat disaksikan pun mencapai angka maksimalnya.

Apa Itu Hujan Meteor Lyrid?

Hujan meteor Lyrid aktif setiap tahun mulai 16 hingga 25 April, dengan titik radiannya berada di konstelasi Hercules. Fenomena ini terjadi ketika Bumi melintas melewati aliran puing-puing yang ditinggalkan oleh komet C/1861 G1 (Thatcher), benda langit yang menjadi induk dari hujan meteor Lyrid.
 
Meski kerap disebut sebagai bintang jatuh oleh masyarakat awam, fenomena ini sejatinya tidak ada kaitannya dengan bintang sama sekali. Yang terlihat sebagai goresan cahaya terang di langit adalah partikel debu berukuran sebesar butiran pasir yang terbakar saat memasuki atmosfer Bumi dengan kecepatan puluhan kilometer per detik.
 
Saat partikel-partikel tersebut keluar dari ruang hampa dan berinteraksi dengan atmosfer, gesekan yang terjadi menyebabkan panas ekstrem dan menciptakan kilatan cahaya mengesankan yang bisa diamati dari permukaan Bumi. Bumi sendiri tidak berada dalam jarak dekat dengan komet atau asteroid asal partikel tersebut, melainkan hanya melintas melewati jejak debu yang pernah mereka tinggalkan di jalur orbitnya.

Tips Menyaksikan Hujan Meteor

Pakar meteorit dan ilmuwan planet, Ashley King, memberikan sejumlah saran bagi masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena ini secara langsung. Hal pertama dan terpenting adalah menjauh dari polusi cahaya perkotaan, karena semakin gelap kondisi langit maka semakin banyak meteor redup yang bisa terlihat.
 
"Anda bisa pergi ke area pantai atau berdiri di atas bukit di tengah pedesaan," saran Ashley, dikutip dari laman nhm.ac.uk, Rabu, 22 April 2026. 
 
Ia juga mengingatkan pentingnya bersabar selama proses pengamatan, karena mata membutuhkan waktu sekitar 10 menit untuk menyesuaikan diri dengan kondisi gelap sebelum mulai menangkap penampakan meteor secara optimal.
 
Selain itu, untuk mendapatkan jumlah meteor terbanyak, para pengamat disarankan tidak menatap tepat pada titik radian, melainkan mengarahkan pandangan ke area langit sekitar 30 hingga 40 derajat darinya. Dengan strategi pengamatan yang tepat, momen langka ini bisa menjadi pengalaman tak terlupakan bagi siapa saja yang meluangkan waktu untuk menatap langit malam ini. (Talitha Islamey)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan